Pemkot Serang Rem Darurat Kerja Sama Sampah Tangsel Usai Keluhan Warga

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Pemerintah Kota Serang merespons penolakan warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kecamatan Taktakan, dengan menggelar pertemuan terbuka untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Serang memutuskan menghentikan sementara masuknya sampah kiriman dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang sebelumnya mulai diuji coba sejak awal Januari 2026.

Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh. Ia menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan kebijakan kerja sama pengelolaan sampah tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar TPAS. Menurutnya, berbagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat merupakan hal yang wajar dan menjadi masukan penting bagi pemerintah.

Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh

Nanang mengungkapkan, selama masa uji coba, sejumlah persoalan muncul dan dikeluhkan warga, mulai dari kondisi armada pengangkut sampah hingga bau air lindi yang masih tercium. Temuan tersebut akan dijadikan bahan pembenahan agar ke depan, apabila kerja sama kembali dilanjutkan, proses pengangkutan dan pembuangan sampah dapat berjalan lebih tertib dan ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, Ketua Satgas Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menyebut hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya upaya perbaikan dari pihak terkait. Beberapa armada pengangkut dinilai masih layak, sementara temuan terpal yang tidak memenuhi standar langsung diganti. Meski demikian, ia mengakui masih ditemukan air lindi yang belum tertangani secara optimal.

Wahyu juga memastikan bahwa sampah yang dibawa dari Tangsel merupakan sampah baru hasil pengangkutan harian, bukan sampah lama atau timbunan. Seluruh temuan dan masukan masyarakat, kata dia, akan dirangkum dan disampaikan kepada Wali Kota Serang sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog
9,45 Miliar untuk Apa? Renovasi Plaza Puspem Tangsel 2022 Dinilai Tak Masuk Akal
Pembangunan Gedung SMPN 14 Tangerang Selatan Rp20 Miliar Tuai Sorotan, Papan Proyek Tak Terpasang
Pemilik RPA Pabuaran Bantah Bau Menyengat, Sebut Izin Usaha Lengkap
Pengukuhan Sekda Tangsel Tuai Sorotan, Dinilai Rawan Langgar UU ASN dan Aturan Turunan
Open Bidding Eselon II Tangsel Disorot, GHARIS Dugaan Ada “Permainan” dalam Lolosnya Kandidat Tertentu
Asap Sampah dan Karoke Ganggu Fokus Latihan, Atlet Pencak Silat Tangsel Terancam Batal Tanding di POPDA
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:29 WIB

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:14 WIB

9,45 Miliar untuk Apa? Renovasi Plaza Puspem Tangsel 2022 Dinilai Tak Masuk Akal

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

Pemilik RPA Pabuaran Bantah Bau Menyengat, Sebut Izin Usaha Lengkap

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:54 WIB

Pengukuhan Sekda Tangsel Tuai Sorotan, Dinilai Rawan Langgar UU ASN dan Aturan Turunan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:45 WIB

Open Bidding Eselon II Tangsel Disorot, GHARIS Dugaan Ada “Permainan” dalam Lolosnya Kandidat Tertentu

Berita Terbaru

EKONOMI & BISNIS

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB