KanalNasional.com | Pemerintah Kota Serang merespons penolakan warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kecamatan Taktakan, dengan menggelar pertemuan terbuka untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Serang memutuskan menghentikan sementara masuknya sampah kiriman dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang sebelumnya mulai diuji coba sejak awal Januari 2026.
Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh. Ia menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan kebijakan kerja sama pengelolaan sampah tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar TPAS. Menurutnya, berbagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat merupakan hal yang wajar dan menjadi masukan penting bagi pemerintah.

Nanang mengungkapkan, selama masa uji coba, sejumlah persoalan muncul dan dikeluhkan warga, mulai dari kondisi armada pengangkut sampah hingga bau air lindi yang masih tercium. Temuan tersebut akan dijadikan bahan pembenahan agar ke depan, apabila kerja sama kembali dilanjutkan, proses pengangkutan dan pembuangan sampah dapat berjalan lebih tertib dan ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, Ketua Satgas Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menyebut hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya upaya perbaikan dari pihak terkait. Beberapa armada pengangkut dinilai masih layak, sementara temuan terpal yang tidak memenuhi standar langsung diganti. Meski demikian, ia mengakui masih ditemukan air lindi yang belum tertangani secara optimal.
Wahyu juga memastikan bahwa sampah yang dibawa dari Tangsel merupakan sampah baru hasil pengangkutan harian, bukan sampah lama atau timbunan. Seluruh temuan dan masukan masyarakat, kata dia, akan dirangkum dan disampaikan kepada Wali Kota Serang sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. (*)















