Wah! Mahal Banget, Mendag Zulhas Kaget Harga Cabe Hingga 120

Selasa, 5 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Harga cabe sudah tembus Rp 120 ribu per kilogram (kg). Dikabarkan akan terus meroket. Mengetahui lonjakan harga cabe, tidak hanya rakyat yang kaget, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan juga terkejut.

Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan-melakukan blusukan ke Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2023). Dia ingin mengecek harga dan pasokan kebutuhan bahan pokok. Zulhas didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Isy Karim.

Seperti biasa. Setibanya di pasar, Zulhas berkeliling, mendatangi para pedagang. Pertama, kios beras. “Sudah nggak naik, tapi nggak turun. Jadi harganya sama, stabil di Rp 11.500 (per kg). Belum panen, kemarin kemarau,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kios selanjutnya pedagang telur. “Telur gimana harganya mas? Rp 28 ribu per kg. Memang harganya segitu ya untuk telur, Rp 28-29 ribu per kilo. Jadi telur stabil,” ucap Zulhas.

Di kios selanjutnya, Zulhas terkaget-kaget. Tepatnya, saat ia berinteraksi dengan pedagang cabe.

“Wah! mahal banget. Kalau Rp 120 ribu mahal banget, nggak ada yang beli nanti. Beli di mana kamu?” tanya Zulhas.

“Di Pasar Induk. Cabe saya jual Rp 120 ribu, belinya Rp 100 ribu,” jawab pedagang. “Wah mahal sekali. Ini dikit-dikit stoknya, karena mahal. Kemarin cabe yang kita murah itu di mana? Gresik ya,” timpal Zulhas.

Ketika ingin melanjutkan tinjauannya, Zulhas mendapat keluhan dari salah satu pembeli. “Harga cabe turunin pak,” ucapnya. “Masih mahal ya bu?” tanya Zulhas.

Merespons hal ini, Zulhas memutar otak agar harga cabe bisa diatasi, karena akan mempengaruhi inflasi. Meski diakuinya, setiap penghujung tahun harga cabe selalu naik.

Dia meminta, Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta memberikan subsidi ongkos kirim dari sentra produksi cabe agar harganya di Ibu Kota bisa turun.

Tapi kan ini tanggung, tadi kita lihat jualannya sekilo-sekilo gitu. Ya kalau sekilo kan susah, bagaimana subsidinya. Sedikit-sedikit,” tuturnya

Ia mengatakan, harga cabe di Gresik, Jawa Timur, sudah turun di kisaran Rp 65-75 ribu per kg. Mengingat, banyak sentra pertanian cabe di sana.

Untuk diketahui, berdasarkan Info Pangan Jakarta, semua harga cabe berwarna merah. Cabe merah keriting Rp 92.068 per kg, cabe merah besar Rp 93.902 per kg, cabe rawit merah Rp 103.279 per kg, dan cabe rawit hijau Rp 64.954 per kg.

Peneliti Indef, Sugiyono Madelan mengatakan, pada Desember dan musim penghujan, harga cabe seharga Rp 120 ribu per kg sudah biasa. Di musim penghujan, tanaman cabe banyak diserang hama, sehingga produksi cabe terganggu.

Hal itu diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang mengkonsumsi cabe segar untuk dijadikan sambal.

“Sementara itu konsumen lebih menyukai membeli cabe segar, bukan cabe hasil olahan atau cabe yang diawetkan,” ulas Sugiyono saat dihubungi Redaksi, Senin (4/12/2023).

Lagipula, cabe adalah tanaman hortikultura sayuran. Petani tertarik menanam cabe karena memanfaatkan fluktuasi harga yang tinggi untuk kepentingan spekulasi harga panen.

Sebab itu, Pemerintah harus gencar mensosialisasikan cabe olahan. “Harusnya, Pemerintah menggalakkan konsumsi cabe olahan, dan atau sistem tanam cabe secara bergulir, yang musim panennya mingguan,” kata Sugiyono.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
9,45 Miliar untuk Apa? Renovasi Plaza Puspem Tangsel 2022 Dinilai Tak Masuk Akal
Pembangunan Gedung SMPN 14 Tangerang Selatan Rp20 Miliar Tuai Sorotan, Papan Proyek Tak Terpasang
Pemilik RPA Pabuaran Bantah Bau Menyengat, Sebut Izin Usaha Lengkap
Pengukuhan Sekda Tangsel Tuai Sorotan, Dinilai Rawan Langgar UU ASN dan Aturan Turunan
Open Bidding Eselon II Tangsel Disorot, GHARIS Dugaan Ada “Permainan” dalam Lolosnya Kandidat Tertentu
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:29 WIB

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:14 WIB

9,45 Miliar untuk Apa? Renovasi Plaza Puspem Tangsel 2022 Dinilai Tak Masuk Akal

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

Pemilik RPA Pabuaran Bantah Bau Menyengat, Sebut Izin Usaha Lengkap

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:54 WIB

Pengukuhan Sekda Tangsel Tuai Sorotan, Dinilai Rawan Langgar UU ASN dan Aturan Turunan

Berita Terbaru

EKONOMI & BISNIS

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB