KanalNasional.com | TANGERANG – Aroma busuk dan tumpukan sampah yang menggunung kini menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga Perumahan Nuansa Mekarsari, RT 007/RW 006, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Sampah yang diduga berasal dari berbagai pasar, perumahan lain, bahkan dari luar wilayah Tangerang ini terus menumpuk tanpa ada solusi nyata dari pihak berwenang.
Dari pantauan di lokasi pada Rabu (23/7/2025), bau menyengat menusuk hidung setiap orang yang melintas. Tidak hanya mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga. Lalat, serangga, dan risiko penyakit akibat lingkungan kotor mengintai setiap saat.
Yang lebih ironis, aktivitas penumpukan dan pemilahan sampah tersebut dilakukan oleh seorang oknum warga bernama Kaca. Ia menjalankan usaha pengelolaan sampah ini secara ilegal, tanpa izin resmi, dan sudah berlangsung cukup lama. Kawasan perumahan pun berubah menjadi “tempat pembuangan sampah liar” yang kian meresahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah sering kami laporkan ke pihak KLHK, Satpol PP Kecamatan, bahkan pihak kelurahan juga pernah meninjau langsung. Tapi sampai sekarang, tidak ada tindakan tegas. Seolah-olah dibiarkan begitu saja,” keluh salah satu warga yang memilih tidak disebutkan namanya.
Upaya warga tidak berhenti di situ. Mereka bersama pengurus RT dan RW sudah melayangkan surat penolakan resmi terhadap aktivitas ilegal ini. Surat tembusan pun sudah dikirimkan ke kelurahan hingga kecamatan. Namun, respons yang diharapkan tak kunjung datang. Saran pemasangan portal dari Satpol PP hanya menjadi solusi setengah hati yang tidak menyelesaikan akar permasalahan.
“Kami hanya ingin hidup bersih, sehat, dan nyaman. Tapi kalau dibiarkan begini, lama-lama ini akan menjadi bom waktu bagi lingkungan kami. Lalat semakin banyak, bau semakin parah,” tambah warga lainnya dengan nada geram.
Desakan kini mengarah kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP Kabupaten Tangerang. Warga mendesak agar ada langkah konkret untuk menghentikan aktivitas pengelolaan sampah ilegal ini. Mereka menuntut tindakan tegas, bukan sekadar imbauan kosong yang tak kunjung terealisasi.
Bukan hanya sekadar masalah kebersihan, kondisi ini menjadi potret buram lemahnya penegakan aturan terhadap pelanggaran lingkungan di wilayah permukiman. Jika terus dibiarkan, tak hanya kenyamanan warga yang terancam, tapi juga kesehatan masyarakat luas.
Warga kini menanti, apakah pemerintah daerah berani turun tangan menyelesaikan persoalan ini, atau justru memilih tutup mata hingga situasi semakin memburuk?
(Red)















