XAU/USD Terkoreksi dari Rekor, Pasar Masuk Fase Konsolidasi

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas (XAU/USD) global memasuki fase pelemahan pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan hingga ke level tertinggi sepanjang masa. Pergerakan Emas saat ini menunjukkan tanda-tanda melemahnya kekuatan tren bullish dalam jangka pendek, seiring meningkatnya tekanan korektif di pasar.

Menurut analisis Dupoin Futures, Andy Nugraha, emas telah mengalami penurunan sekitar 80 dolar dari puncak harga di area $4.550 yang tercapai pada pekan lalu. Tekanan jual berlanjut pada awal pekan, di mana harga Emas sempat bergerak di bawah area $4.360 dan menyentuh kisaran $4.330. Andy Nugraha menjelaskan bahwa pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan pergerakan indikator Moving Average, mengindikasikan berkurangnya dominasi buyer, meskipun struktur tren utama masih cenderung positif.

Andy juga memproyeksikan dua kemungkinan pergerakan harga dalam jangka pendek. Jika minat beli kembali muncul dan harga mampu mempertahankan area support, maka Emas berpeluang melakukan pemulihan menuju area $4.420 sebagai target kenaikan terdekat. Namun apabila tekanan jual berlanjut dan harga gagal rebound, maka potensi penurunan berikutnya mengarah ke area $4.308 yang menjadi level support penting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi fundamental, pelemahan harga Emas dipicu oleh aksi ambil untung investor di tengah likuiditas pasar yang menurun menjelang libur akhir tahun. Selain itu, penguatan Dolar AS turut memberikan tekanan tambahan, karena membuat harga Emas menjadi kurang menarik bagi pembeli global. Sentimen geopolitik juga sempat mereda setelah muncul harapan terkait pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, sehingga mengurangi permintaan aset safe haven dalam jangka pendek.

Meski demikian, prospek Emas dalam jangka menengah masih dinilai konstruktif. Ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun depan tetap menjadi faktor pendukung utama. Ketidakpastian politik global, kekhawatiran terhadap stabilitas kebijakan moneter AS, serta risiko geopolitik yang masih berlangsung dinilai akan terus menjaga daya tarik Emas sebagai aset lindung nilai. Oleh karena itu, koreksi yang terjadi saat ini dipandang sebagai fase penyesuaian teknikal setelah reli kuat, bukan sebagai sinyal perubahan tren jangka panjang.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang
Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak
Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN
Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri
Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa
RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:33 WIB

Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:44 WIB

Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:45 WIB

Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:38 WIB

Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

KPK Angkut 6 Pejabat di Kabupaten Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:30 WIB

HEADLINE

Salurkan Bantuan untuk 2.000 Pengungsi, OT Peduli Gempa Nagekeo

Minggu, 16 Agu 2026 - 19:34 WIB