Massa Demo Ingatkan MUI Tak Langgar Konstitusi Soal Al Zaytun dan Panji Gumilang

Kamis, 6 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo di kantor MUI

Demo di kantor MUI

KanalNasional.com – Kantor MUI pusat di jalan Proklamasi.no 51,  Menteng Jakarta Pusat didemo ratusan massa. Kelompok massa berasal dari Pemuda Bulan Bintang (PBB), Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu (SNKB), pemuda, mahasiswa dan masyarakat dari berbagai wilayah.

Kordinator massa Muhammad Affifudin Anshori mengatakan aksi damai ini ngin memberikan pesan, Majelis ulama Indonesia (MUI) atas sikapnya terhadap pesatren Al Zaytun dan pimpinannya panji Gumilang.

“Sebagai lembaga masyarakat bukan lembaga hukum, saat ini sudah bertindak melebihi kewenangan mulai dari melakukan penyelidikan, yang mana secara hukum acara bukan wewenang MUI,” katanya, Kamis (6/7)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan sudah beraudiensi dengan pihak MUI dengan bertemu langsung dengan ketua bidang pemurtadanan dan penyesatan. Dan kami sdh menyampaikan yg menjadi Keresahan-keresahan dimana MUI sudah melampaui kewenangannya.

“Seperti  Keresahan hak asasi manusia, hak konstitusi, hak berpendapat, hak mendapatkan pengajaran. MUI menyampaikan kepada kami mereka tidak akan menutup Al Zaytun, jika ada yang ingin menutup dipastikan itu bukan dari MUI,” imbuhnya

Lebih lanjut, kata Affifudin, MUI menjelaskan hanya akan memperkarakan Panji Gumilang karena sudah dianggap menodai agama Islam. MUI meminta masyarakat sama-sama menunggu proses pengadilan yang lebih lanjut.

Terkait tabayun ia tidak menanyakan pada MUI karena hanya fokus pada kewenangan MUI, dan  meminta para penegak hukum untuk bertindak secara profesional dalam menjaga hak Konstitusi dan hak asasi manusia, serta MUI utk tetap bersama sama menjaga perdamaian dan bukan sebaliknya.

Selain Anshori, Ustadz Bram Azhar ketua DPP SNKB, menyampaikan kepada MUI agar tidak bermain dengan pola-pola lama. Ia mencontoh seperti Abdul Somad pernah mengucapkand alam kalung salib ada jin kafir.  Dirinya meminta MUI jangan seperti yang punya otoritas, kenapa tidak tabayun dulu sebelum menilai, apalagi beritanya masih samar. Karena yang samar itu sama saja dengan berita bohong atau tidak pasti.

“Saya disini bukan membela atau mendukung Al Zaytun dan Panji Gumilang, tetapi ia berharap pola-pola lama MUI tidak terulang lagi, yaitu hauariz dan kafiri (jika tdk mengikuti pemikiran mereka disebut kafir/murtad),” pungkasnya.(red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pencak Silat Militer Tangerang Selatan Resmi Bergabung dengan IPSI, Siap Melestarikan Budaya dan Membina Atlet
Tak Perlu Khawatirkan MBG Lagi, Pemerintah Akan Tindak Tegas Dapur Bermasalah
HPN 2026 di Banten Tegaskan Peran Strategis Pers, Wali Kota Tangsel Raih PWI Award
Anggota DPRD Tangsel Ricky Yuanda Bastian Hadiri TawakupanTPQ Al- Huda Pakujaya Permai
Pemkot Tangsel Bantah Keras Isu Truk Sampah Buang Limbah ke TPA Ilegal Rumpin
Pemkot Tangsel Bantah Keras Isu Truk Sampah Buang Limbah ke TPA Ilegal Rumpin
Tangerang Selatan Hadapi Tantangan Pengolahan Sampah: Benyamin Davnie Dorong Solusi Berkelanjutan
Kepergian Romo Mudji, Begawan Pemikiran yang Menjembatani Iman dan Kebudayaan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:13 WIB

Pencak Silat Militer Tangerang Selatan Resmi Bergabung dengan IPSI, Siap Melestarikan Budaya dan Membina Atlet

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:48 WIB

Tak Perlu Khawatirkan MBG Lagi, Pemerintah Akan Tindak Tegas Dapur Bermasalah

Senin, 9 Februari 2026 - 19:13 WIB

HPN 2026 di Banten Tegaskan Peran Strategis Pers, Wali Kota Tangsel Raih PWI Award

Minggu, 8 Februari 2026 - 09:01 WIB

Anggota DPRD Tangsel Ricky Yuanda Bastian Hadiri TawakupanTPQ Al- Huda Pakujaya Permai

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:52 WIB

Pemkot Tangsel Bantah Keras Isu Truk Sampah Buang Limbah ke TPA Ilegal Rumpin

Berita Terbaru