KanalNasional.com | Tangerang Selatan – Persiapan atlet pencak silat Tangsel menuju POPDA Banten terganggu. Bukan karena lawan tanding, tapi karena asap pembakaran sampah yang setiap hari mengepul di sekitar lokasi latihan di Jeletreng Riverpark, Kecamatan Setu.
Setiap kali asap datang, spontan anak-anak mengeluh “Sesak Bund”, sehingga fokus latihan 30 atlet remaja dan dewasa langsung buyar. Napas sesak, batuk tak berhenti, dan sesi latihan terpaksa dihentikan.

“Kemarin kita pakai cara biasa, ngomong ‘tolong kalau kita lagi latihan jangan bakar sampah ya, jangan karaoke ya’. Tapi ya iya doang,” Pungkas para Atlit, Sabtu (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Delima, pembakaran sampah diduga dilakukan pemilik warung yang berjualan di area Jeletreng. Teguran sudah disampaikan beberapa kali, tapi aktivitas itu masih berulang.
Keluhan juga datang dari orang tua atlet. Mereka khawatir kesehatan anaknya terganggu, apalagi asap yang dihirup langsung membuat para atlet sesak napas hingga batuk-batuk.
“Enggak bisa napas, jadi batuk gitu, sesak. Akhirnya bubar latihannya,” ungkap Delima.
Ia khawatir kondisi ini memicu Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di kalangan atlet, padahal POPDA Banten tinggal sebulan lagi, Juni mendatang.
“Besok mau POPDA. Kadang ya sudah, kita bubar saja. Soalnya berhentiin asap yang sudah ngepul itu enggak gampang. Butuh waktu, dan daripada di situ kena ISPA,” ujarnya.
Delima mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Pemkot Tangsel melalui layanan 112. Ia berharap ada tindakan cepat agar atlet bisa latihan dengan aman dan nyaman.
Di tengah status Tangsel sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi 2026, Delima menekankan pentingnya dukungan masyarakat.
“Target Tangsel jadi juara umum di Porprov 2026 harus kita hargai bersama. Kesadaran masyarakat menjaga kenyamanan lingkungan latihan merupakan bagian dari dukungan.” pungkasnya. (Red)
















