Indonesia Pimpin Kolaborasi Eliminasi TB Asia Tenggara, ASEAN4TB Perkuat Riset Regional

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Simposium ASEAN4TB 2026 menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat penelitian tuberkulosis (TB) di kawasan Asia Tenggara. Dukungan terhadap Joint Statement ASEAN4TB menjadi tonggak baru kerja sama lintas negara dalam mempercepat eliminasi TB melalui riset, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut disepakati dalam ASEAN4TB Symposium 2026 yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta. Kegiatan ini dihadiri akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, pemerintah, serta perwakilan anggota ASEAN Medical Schools Network (AMSN) dari berbagai negara Asia Tenggara.

Kesepakatan itu lahir di tengah tingginya beban kasus TB di kawasan. Berdasarkan estimasi 2024, Indonesia mencatat sekitar 1,09 juta kasus TB dan menjadi negara dengan beban TB tertinggi kedua di dunia. Sementara Filipina, Thailand, Vietnam, dan Myanmar juga masih masuk dalam daftar 30 negara dengan beban TB tertinggi versi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah yang tidak hanya dilakukan di tingkat nasional, tetapi juga melalui kolaborasi regional yang berkelanjutan, mulai dari penelitian, inovasi teknologi, hingga penyusunan kebijakan berbasis bukti.

Melalui pernyataan sikap bersama tersebut, seluruh institusi anggota ASEAN4TB berkomitmen memperluas kolaborasi penelitian lintas negara, meningkatkan kapasitas institusi pendidikan dan peneliti, mendorong inovasi berbasis riset, serta memastikan hasil penelitian dapat dimanfaatkan dalam kebijakan dan program pengendalian TB di Asia Tenggara.

Sebagai langkah awal implementasi, ASEAN4TB memperkenalkan empat program prioritas penelitian. Program ACHIEVE-TB difokuskan pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital untuk meningkatkan diagnosis dan pelayanan TB. CATCH-TB menitikberatkan pada penemuan kasus secara aktif, khususnya pada kelompok yang sulit dijangkau.

Sementara ANTERA diarahkan untuk mengembangkan regimen pengobatan TB yang lebih efektif, aman, dan berdurasi lebih singkat. Adapun ACE-TB berfokus pada peningkatan deteksi, diagnosis, dan tata laksana kasus TB ekstraparu yang selama ini masih menjadi tantangan.

Anggota Dewan Penasihat ASEAN4TB, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, SpP(K), mengatakan konsorsium ASEAN4TB diharapkan menjadi wadah yang memperkuat jejaring kerja sama seluruh negara ASEAN.

“Konsorsium yang baru dibentuk ini diharapkan menjadi wadah bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat jejaring kerja sama dalam mewujudkan visi One Region, One Goal: End TB,” ujar Prof. Erlina, Kamis (2/7).

Selain penguatan komitmen regional, simposium juga menjadi ajang pertukaran hasil penelitian melalui sesi oral presentation dan e-poster presentation. Puluhan akademisi, klinisi, peneliti, hingga mahasiswa dari berbagai negara mempresentasikan riset terbaru mengenai diagnosis, pengobatan, epidemiologi, kesehatan masyarakat, pemanfaatan AI, hingga inovasi lain yang mendukung percepatan eliminasi TB.

Anggota konsorsium ASEAN4TB, Prof. Nicholas Paton, MD., FRCP, menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk membangun integrasi penelitian di tingkat regional yang selama ini masih terbatas.

Menurutnya, selama ini penanggulangan TB masih didominasi pendekatan melalui program nasional, sementara kerja sama riset di tingkat kawasan belum berjalan optimal. Melalui ASEAN4TB, negara-negara ASEAN diharapkan dapat lebih terkoordinasi dalam mengembangkan penelitian kolaboratif yang berdampak nyata bagi pengendalian TB.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P(K), mengapresiasi seluruh delegasi dan peserta yang telah berpartisipasi dalam ASEAN4TB Symposium 2026.

Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun dapat terus diperluas mengingat FKUI merupakan salah satu pemangku kepentingan pendiri AMSN ASEAN4TB.

“Kami berharap seluruh peserta dapat terus melanjutkan langkah ini sehingga visi One Region, One Goal: End TB dapat benar-benar diwujudkan,” tandasnya.

ASEAN4TB sendiri merupakan jaringan kolaborasi penelitian tuberkulosis di Asia Tenggara yang diprakarsai fakultas-fakultas kedokteran anggota AMSN dengan dukungan ASEAN Research Collaborative Fund (ARCF). Dipimpin oleh Universitas Indonesia, konsorsium ini dibentuk untuk memperkuat jejaring akademik, pengembangan kapasitas, pertukaran pengetahuan, serta inovasi penelitian guna mempercepat eliminasi TB di kawasan Asia Tenggara. (Red)

Berita Terkait

Tajurhalang Kekurangan SMK Negeri, Kenapa yang Diusulkan Justru SMA Baru?
PUBLIKASI KECAMATAN GUNUNG SINDUR TAHUN 2026
Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029
Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume
Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta
HUT ke 25 Demokrat: Anton Suratto -Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Kehadiran
Abu Erupsi Anak Krakatau Menyebar! Jakarta hingga Bengkulu Terdampak, Penerbangan Mulai Terganggu
Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:51 WIB

Tajurhalang Kekurangan SMK Negeri, Kenapa yang Diusulkan Justru SMA Baru?

Sabtu, 19 September 2026 - 21:18 WIB

PUBLIKASI KECAMATAN GUNUNG SINDUR TAHUN 2026

Jumat, 11 September 2026 - 12:59 WIB

Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029

Jumat, 11 September 2026 - 08:32 WIB

Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta

Berita Terbaru

HEADLINE

PUBLIKASI KECAMATAN GUNUNG SINDUR TAHUN 2026

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:18 WIB

DAERAH

PUBLIKASI KECAMATAN PARUNG TAHUN 2026

Senin, 14 Sep 2026 - 21:34 WIB