KanalNasional.com – Reses II Anggota DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, di Kelurahan Duren Jaya tak hanya menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat. Politisi tersebut memanfaatkan kegiatan itu untuk meluncurkan penguatan pemberdayaan ekonomi bagi jaringan relawannya yang tergabung dalam Sahabat Evi (SAE), melalui dukungan perlengkapan usaha, pelatihan hingga akses permodalan.
Dalam kegiatan tersebut, Evi mengumpulkan para koordinator relawan dari berbagai RW di Duren Jaya. Menurutnya, hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat tidak boleh berhenti pada komunikasi politik semata, tetapi harus menghasilkan manfaat yang dirasakan langsung oleh warga.
“Reses kali ini memang saya memberdayakan seluruh Sahabat Evi yang tergabung di SAE. Saya ingin silaturahmi ini tidak hanya sebatas bertemu, tetapi juga mendorong mereka agar bisa bergerak dalam kegiatan ekonomi dan mandiri secara ekonomi,” ujar Evi di lokasi reses, Rabu (8/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai langkah awal, Evi menyiapkan berbagai bentuk dukungan bagi pelaku UMKM, mulai dari bantuan perlengkapan usaha seperti booth dan payung UMKM, hingga pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku usaha.
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi agar program pelatihan pemerintah dapat disinergikan dengan kebutuhan para anggota komunitasnya.
“Kami ingin pelatihannya benar-benar sesuai kebutuhan. Saya sudah komunikasi dengan dinas agar program yang ada bisa diakses dan tepat sasaran,” katanya.
Tak hanya itu, Evi juga berupaya membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi pelaku usaha mikro, terutama bagi UMKM pemula yang baru merintis usaha.
Menurutnya, dalam waktu dekat ia akan menjajaki komunikasi dengan BPRS agar tersedia skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan ringan bagi masyarakat.
“Saya berharap teman-teman pelaku UMKM, baik yang sudah berjalan maupun yang baru memulai usaha, bisa mendapatkan akses permodalan yang lebih lunak. Ke depan saya akan berkomunikasi dengan BPRS agar mereka memperoleh bantuan pembiayaan yang lebih fleksibel,” ungkapnya.
Evi menjelaskan, gagasan pemberdayaan ekonomi tersebut sebenarnya telah dirintis sejak beberapa waktu lalu. Namun, ia menilai perlu ada penguatan agar hubungan antara dirinya dengan masyarakat tidak hanya sebatas menyampaikan aspirasi saat reses.
“Support masyarakat kepada saya harus saya balas dengan support kepada mereka agar bisa mandiri secara ekonomi. Itu yang ingin terus kami bangun,” tuturnya.
Pelaksanaan pelatihan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Evi menyebut pembiayaan program dapat berasal dari aspirasi (pokok-pokok pikiran/pokir) DPRD maupun melalui program pelatihan yang telah dimiliki Pemerintah Kota Bekasi.
Melalui langkah tersebut, Evi berharap reses tidak lagi dipandang hanya sebagai agenda tahunan menyerap aspirasi, melainkan menjadi pintu masuk lahirnya program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lingkungan. (Red)
















