KanalNasional.com | TANGERANG SELATAN – Anggaran ratusan juta rupiah kembali dipertanyakan. Kali ini proyek saluran drainase di Jalan Sadih Da’un, RT 003 RW 004, Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren.
Proyek senilai Rp333.953.000 yang dikerjakan CV Sahwanita Abdi Tama itu terkesan dipaksakan. Bukan karena mendesak, tapi karena tidak masuk akal.
Baca Juga : Perbaiki Turap Kali Salak Tanpa Papan Proyek: Proyek DSDABMBK Tangsel, Duitnya dari Siapa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dibangun di Kawasan Sepi, Ujungnya Buntu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, drainase tersebut berada di kawasan yang jarang penduduk. Keanehan lain: saluran ini tidak terintegrasi dengan sungai atau saluran air yang lebih besar.
Jadi pertanyaannya, air mau dialirkan ke mana?
Membangun drainase tanpa muara ibarat bikin pipa yang ujungnya buntu. Air tetap menggenang, anggaran tetap habis.
Rp333 Juta Untuk Apa? Papan Proyek Bungkam.
Kejanggalan lain ada pada papan proyek. Volume pekerjaan tidak dicantumkan. Hanya ada nilai kontrak dan nama pelaksana.
Tanpa volume, publik tidak bisa menghitung: berapa meter panjangnya, berapa kubik betonnya, berapa titiknya.
Dengan nilai Rp333.953.000, wajar jika muncul pertanyaan: ini membiayai drainase atau membiayai tanda tanya?
DSDABMBK Bungkam
Budi Raharjo, Kepala Bidang Sumber Daya Air di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Tangsel, tidak merespon konfirmasi wartawan via WhatsApp.
Padahal sebagai PPK atau pihak yang bertanggung jawab, ia wajib menjelaskan dasar perencanaan, urgensi, dan rincian anggaran proyek ini.
Sampai berita ini tayang, para pekerja sudah hampir menyelesaikan proyek. Drainase mungkin jadi. Tapi persoalannya belum selesai.
Pertanyaan Publik: Untuk Siapa Proyek Ini?
Di saat banyak titik di Tangsel masih banjir karena drainase primer tidak beres, muncul proyek baru di gang yang sepi, tanpa koneksi ke saluran besar, dengan anggaran Rp333 juta tanpa rincian volume.
Publik berhak curiga. Ini proyek penanganan banjir atau proyek “penyerapan anggaran”?
Pemkot Tangsel dan DSDABMBK harus berani membuka datanya. Kalau memang layak, jelaskan. Kalau tidak, hentikan sebelum uang rakyat makin banyak terkubur di saluran yang tidak ke mana-mana. (Red)















