Proyek Rp 2,4 Miliar, Warga Pakujaya Permai Khawatir Rumah Jadi Taruhan

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Tangsel – Suara keresahan warga Pakujaya Permai makin nyaring terdengar. Proyek pembangunan longstorage—sistem penampungan air bawah jalan senilai Rp2,4 miliar—yang tengah dikerjakan di kawasan RT 10 dan 11 RW 05, Serpong Utara, kini berubah jadi polemik panjang.

Bukan hanya soal jalan yang akan digali berbulan-bulan, warga juga khawatir pemborong proyek tidak bertanggung jawab jika rumah mereka terdampak. Pujo Wuryanto, salah satu warga yang tinggal persis di depan jalur galian, tak bisa menyembunyikan kegelisahannya.

“Ini di depan rumah saya akan terkena penggalian. Dari awal saya sudah menolak, tapi tetap jalan,” keluh Pujo sambil menunjuk lokasi yang hanya beberapa langkah dari masjid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Selama 197 hari kalender atau lebih dari enam bulan, akses mereka terganggu, aktivitas keseharian terhambat, bahkan muncul bayang-bayang kerusakan di sekitar rumah. Karena itulah warga kompak menulis surat desakan kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel, meminta jaminan keselamatan atas dampak proyek tersebut.

Namun, ironinya, pihak dinas justru secara terbuka mengakui bahwa proyek ini tak serta merta bisa mengatasi banjir yang kerap melanda Pakujaya Permai.

“Kita tidak mungkin mengurangi banjir, karena posisi kawasan ini paling rendah. Yang bisa kita lakukan hanya mempercepat air keluar,” terang Budi Raharjo, pegawai SDABMBK Tangsel, sembari meminta maaf atas ketidaknyamanan warga.

Pernyataan itu sontak membuat warga makin bertanya-tanya: untuk siapa sebenarnya proyek bernilai miliaran rupiah ini dikerjakan? Apakah benar menjadi solusi, atau justru menambah masalah baru?

Kini, bola panas ada di tangan Pemkot Tangsel dan pelaksana proyek CV Reva. Warga menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji di atas kertas. (*)

Berita Terkait

Krisis Lahan Makam di Jatisari, Anim Dorong Pemkot Bekasi Segera Buka TPU Baru 1,5 Hektare
Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak
Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN
Razia Pajak Gencar, Kendaraan Dinas Setda Tangsel Justru Menunggak, Pengamat: Krisis Keteladanan Pemerintah
Ironi! Randis Setda Tangsel Nunggak Pajak Hingga Juli 2026, Sedangkan Warga Diminta Tertib
Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri
Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa
SPMB Tangsel 2026 Berjalan Lancar, Orang Tua Kini Bisa Pantau Peluang Lolos di Rumah Tanpa Harus ke Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:44 WIB

Krisis Lahan Makam di Jatisari, Anim Dorong Pemkot Bekasi Segera Buka TPU Baru 1,5 Hektare

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:33 WIB

Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:44 WIB

Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:56 WIB

Razia Pajak Gencar, Kendaraan Dinas Setda Tangsel Justru Menunggak, Pengamat: Krisis Keteladanan Pemerintah

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:57 WIB

Ironi! Randis Setda Tangsel Nunggak Pajak Hingga Juli 2026, Sedangkan Warga Diminta Tertib

Berita Terbaru

EKONOMI & BISNIS

Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak

Kamis, 9 Jul 2026 - 14:33 WIB

EKONOMI & BISNIS

Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN

Kamis, 9 Jul 2026 - 08:44 WIB