Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com BANDUNG – Isu Demokrat “ngincer” Pilpres 2029 langsung dijawab tuntas. Bukan lewat cuitan, tapi lewat pidato Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono di puncak HUT ke-25 Partai Demokrat.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto menyebut pidato AHY sudah mematahkan tudingan segelintir pihak yang mengait-ngaitkan Demokrat dengan kontestasi 2029.

“Ketum AHY jelas menyatakan dalam pidatonya di acara puncak HUT ke-25 Partai Demokrat, bahwa Demokrat tidak ingin berdiri di pinggir lapangan. Sebagai bagian dari pemerintahan, Demokrat ingin menjadi bagian dari solusi. Bukan hanya ingin menunjuk masalah, tapi berkomitmen menyelesaikannya,” kata Anton kepada awak media, Jumat, 11 September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Loyal ke Pemerintah, Setia ke Rakyat
Dalam pidatonya, AHY juga menegaskan satu hal yang menurut Anton penting: loyalitas ke pemerintah tidak harus tabrakan dengan kesetiaan ke rakyat.

“Dan perlu dicatat, Ketum AHY juga menegaskan bahwa loyal kepada pemerintah atau kepada pemimpin tidak harus bertentangan dengan setia kepada rakyat,” imbuh Anton.

Bagi Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini, pesan itu sekaligus meneguhkan posisi Demokrat di era pemerintahan Prabowo Subianto. Dukung, tapi tetap kritis. Masuk kabinet, tapi tetap berpihak ke bawah.

Soal 2029: Kompetisi Wajar, Tapi Jangan Lupa Merah Putih
Anton juga menyoroti bagian pidato AHY tentang kompetisi politik. Menurutnya, wajar setiap partai ingin besar dan dapat peran lebih di eksekutif maupun legislatif.

“Sudah lumrah, setiap parpol ingin menang dan mendapatkan peran yang lebih besar di eksekutif maupun legislatif,” tegas Anton.

Tapi AHY mengingatkan, seberagam apa pun warna partai, kompetisi tidak boleh menafikan persatuan.

“Merah putih telah mengikat persatuan tersebut dalam satu napas Indonesia,” tandas Anton.

Sebelumnya pidato AHY yang menyinggung “kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya” sempat dipelintir dan dikaitkan dengan ambisi Pilpres 2029.

Lewat klarifikasi Anton ini, Demokrat ingin menegaskan: fokus mereka sekarang kerja bareng pemerintah menyelesaikan persoalan rakyat, bukan main catur 2029 dari sekarang.

Intinya satu: Demokrat pilih turun ke lapangan, bukan jadi komentator dari pinggir. (Red)

Berita Terkait

Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume
Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta
HUT ke 25 Demokrat: Anton Suratto -Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Kehadiran
Abu Erupsi Anak Krakatau Menyebar! Jakarta hingga Bengkulu Terdampak, Penerbangan Mulai Terganggu
Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong
Bukan Pidato, Tapi Sapa: Anton Sukartono Bukti Demokrat Hadir di Tengah Rakyat
AKAMSI Soroti Pembongkaran Pura di Sanur sebagai Dugaan Penistaan Agama
Dua Mobil Yayasan Raib di Tengah Malam, Kuasa Hukum Syarif Hidayatullah Laporkan ke Polres Tangsel

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:59 WIB

Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029

Jumat, 11 September 2026 - 08:32 WIB

Drainase Rp333 Juta di Jalan Sadih Da’un: Dipaksakan, Tidak Nyambung, dan Gelap Volume

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

HUT ke 25 Demokrat: Anton Suratto -Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Kehadiran

Minggu, 6 September 2026 - 17:04 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Ribuan Warga Desa Kemang Tumpah Ruah, Kursi Muspika Justru Kosong

Berita Terbaru