KanalNasional.com | Era digital mendorong setiap sektor untuk bertransformasi, termasuk dunia pendidikan. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Nama Domain di Aula Blandongan pada Rabu (13/11). Program ini bertujuan menciptakan sistem pendidikan yang lebih modern, efisien, dan tertib.
Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tangsel, Tabrani, menekankan bahwa digitalisasi telah menjadi kebutuhan mendesak bagi semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. “Sosialisasi ini tidak hanya memberi pengetahuan teknis, tetapi juga mengarahkan sekolah-sekolah untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Harapannya, sekolah mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu pengajaran,” kata Tabrani.
Acara ini menghadirkan narasumber berkompeten yang membimbing peserta memahami dasar-dasar teknologi, termasuk inovasi sederhana seperti pengenalan coding. “Ternyata coding tidak serumit yang dibayangkan. Dengan langkah kecil ini, inovasi pendidikan dapat segera diwujudkan,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, mengungkapkan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemkot Tangsel adalah mendorong sekolah-sekolah untuk menggunakan domain resmi berakhiran sch.id.
“Dengan domain sch.id, setiap sekolah akan memiliki identitas digital yang lebih profesional dan bebas dari unsur komersialisasi. Ini menjadi bagian dari upaya kita menyetarakan literasi digital di seluruh wilayah Tangsel,” jelas Asep.
Namun, langkah ini tidak berhenti pada pengelolaan domain. Pemkot Tangsel juga berkomitmen memperluas akses internet bagi masyarakat. Targetnya, pada tahun 2025, akan tersedia 2.500 titik Wi-Fi gratis di ruang-ruang publik untuk mendukung pembelajaran daring dan kebutuhan digital masyarakat.
Dengan inovasi ini, Pemkot Tangsel membuktikan diri sebagai pelopor transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia. Tidak hanya menyiapkan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung sekolah dan siswa menghadapi tantangan era digital.
“Ini adalah langkah besar menuju masa depan pendidikan yang lebih inklusif, efisien, dan merata. Kami percaya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dapat mewujudkan cita-cita ini,” tutup Asep. (Adv)
















