KAI Daop 1 Jakarta Dukung Tingkatkan Kompetensi Petugas Perlintasan yang Dikelola oleh Pemerintah Provinsi Banten

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 22 Oktober 2025 – Dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 (Daop 1) Jakarta hadir untuk berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Banten sebagai nara sumber, dalam rangka sosialisasi dan edukasi pada Penjaga Jalur Lintasan (PJL), yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dishub Provinsi Banten, Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani, Banjarsari, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta ini melibatkan petugas PJL dari Dishub Provinsi Banten, Dishub Kota Serang, Dishub Kabupaten Serang, Dishub Kabupaten Lebak, Dishub Kabupaten Tangerang, Dishub Kota Cilegon, serta petugas PJL PT KAI Daop 1 Jakarta yang bertugas di wilayah Banten.

Image

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Laut, Udara, dan Perkeretaapian Dishub Provinsi Banten, Usep Herdiana, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang keselamatan transportasi, khususnya bagi para penjaga perlintasan sebidang.

“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pentingnya peran petugas penjaga perlintasan dalam menjaga keselamatan transportasi. Kami berharap kegiatan ini mampu menambah wawasan dan semangat dalam bertugas,” ujar Usep Herdiana.

Image

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Manager Eksternal Humas KAI Daop 1 Jakarta, Tohari, memberikan materi mengenai semboyan-semboyan kereta api yang wajib diketahui dan dipahami oleh petugas PJL, termasuk bagaimana cara merespons setiap semboyan dengan cepat dan tepat di lapangan.

Selain itu, Tohari juga menjelaskan penanganan kondisi tidak normal atau keadaan darurat di lapangan, seperti gangguan teknis pada palang pintu, halangan di perlintasan, maupun kondisi tidak normal lainnya yang diisyaratkan, dilihat dan atau diperdengarkan oleh petugas saat melewati perlintasan sebidang.

“Dalam kondisi darurat, petugas PJL harus mampu bertindak cepat sesuai dengan prosedur yang berlaku, melakukan koordinasi dengan petugas PJL kanan dan kirinya serta melaporkan segera kepada atasan langsung. Kedisiplinan dan tanggung jawab penuh menjadi kunci dalam menghadapi setiap situasi di lapangan,” jelas Tohari.

Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Seksi Sarana dan Keselamatan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah I Jakarta, Anna Rifai, yang memberikan paparan tambahan mengenai tugas, tanggungjawab dan wewenang penjaga perlintasan kereta api.

Kegiatan yang dikemas dalam format sharing session ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama seluruh peserta.

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, dalam pernyataannya secara terpisah menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara KAI Daop 1 Jakarta dan Dinas Perhubungan Provinsi Banten dalam kegiatan peningkatan Kompetensi PJL.

“Kolaborasi semacam ini sangat penting untuk meningkatkan kapabilitas petugas penjaga jalan lintasan. Diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di tempat kerja masing-masing. Dengan melaksanakan tugas sesuai prosedur operasional standar (SOP) dan penuh tanggung jawab, maka keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api dapat semakin ditingkatkan,” ujar Ixfan Hendriwintoko.

Image

Melalui kegiatan kolaboratif ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara operator (PT KAI) dan regulator (Dishub) dalam meningkatkan keselamatan di seluruh perlintasan sebidang wilayah Banten, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), kegiatan ini mendukung pencapaian SDG poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan aspek keselamatan transportasi, serta SDG poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dengan membangun sistem transportasi publik yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang
Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak
Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN
Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri
Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa
RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:33 WIB

Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:44 WIB

Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:45 WIB

Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:38 WIB

Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

KPK Angkut 6 Pejabat di Kabupaten Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:30 WIB