Efisiensi Logistik Wujudkan Industri yang Kuat dan Kompetitif

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon, 11 Nopember 2025 – Ketahanan rantai pasok kini menjadi isu krusial bagi keberlanjutan industri nasional. Tantangan seperti tingginya biaya logistik, ketimpangan infrastruktur antar wilayah, dan birokrasi yang rumit masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sektor industri dan transportasi nasional.

Isu-isu tersebut akan
menjadi sorotan dalam ALFI CONVEX 2025 (Asosiasi Logsitik dan Forwarder
Indonesia), pameran dan konferensi logistik terbesar di Indonesia, yang
menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari energi, transportasi,
hingga manufaktur, untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Adapun ajang
ini akan menjadi ruang strategis menyatukan visi pemerintah  dan swasta hingga mitra internasional dalam
mempercepat pembangunan infrastruktur logistik Indonesia. “Logistik yang
efisien adalah nadi dari industri. Terutama industri baja bagi saya. Biaya
logistik yang tinggi dan birokrasi yang kompleks berdampak langsung pada harga
pokok produksi dan daya saing nasional. Karena itu, Krakatau Steel mendukung
penuh percepatan pembangunan sistem logistik nasional yang lincah,
terintegrasi, dan adaptif,” ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero)
Tbk, Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA (Indonesia Iron
& Steel Industry Association) dan Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik
& Forwarder Indonesia).

Membedah Tantangan Logistik Indonesia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sektor logistik
Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar yang perlu dibenahi secara
sistemik. Biaya logistik nasional dinilai masih jauh lebih tinggi dibandingkan
negara tetangga di kawasan ASEAN. Inefisiensi di pelabuhan, biaya truking yang
mahal, dan proses birokrasi yang berbelit menjadi penyebab utama tingginya
ongkos logistik.

Kondisi ini
semakin terasa di luar Pulau Jawa, di mana ketimpangan infrastruktur masih
lebar. Keterbatasan pelabuhan, jalan, dan fasilitas pendukung membuat arus
distribusi bahan baku maupun produk baja tidak merata, dan berujung pada
kenaikan biaya distribusi. Di sisi lain, tumpang tindih regulasi antara
pemerintah pusat dan daerah, serta tingginya dwelling time di pelabuhan utama,
memperlambat pergerakan logistik nasional.

Selain persoalan
infrastruktur dan regulasi, peningkatan kualitas SDM logistik juga menjadi
kunci penting. Dalam era digitalisasi industri, kemampuan tenaga kerja untuk
memahami sistem logistik modern dan teknologi rantai pasok tentunya akan menjadi
faktor pembeda dalam menciptakan efisiensi nasional.

“Perlu dilakukan
transformasi menyeluruh mulai dari digitalisasi logistik, konektivitas antar moda,
hingga harmonisasi kebijakan pusat dan daerah. Dengan fondasi yang kuat
tersebut, industri baja di Indonesia bisa tumbuh lebih efisien dan bersaing di
pasar global,” tambah Akbar Djohan.

Logistik yang Lincah untuk Kemandirian Industri

Dalam kerangka
Asta Cita Pembangunan Nasional, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan
transformasi ekonomi berbasis nilai tambah dan kemandirian industri. Dan
cita-cita tersebut bisa diwujudkan jika Indonesia memiliki sistem logistik yang
tangguh dan lincah.

Kemandirian
industri baja nasional dapat terwujud melalui rantai pasok yang efisien. Melalui
logistik yang terintegrasi dan konektivitas yang kuat, Sehingga  dapat mendukung akselerasi Asta Cita dalam
membangun kemandirian ekonomi nasional, mempercepat hilirisasi industri, dan
menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Melalui forum strategis
seperti ALFI CONVEX 2025, diharapkan dapat mendorong terciptanya efisiensi
rantai pasok nasional. Sebagai bagian dari ekosistem industri, diharapkan
berbagai unsur dapat terus memperkuat
kolaborasi dengan pelaku logistik.

Berita Terkait

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang
Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak
Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN
Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri
Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa
RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:33 WIB

Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:44 WIB

Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:45 WIB

Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:38 WIB

Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

KPK Angkut 6 Pejabat di Kabupaten Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:30 WIB