Minat Investor Global Meningkat, Emas Dalam Tren Bullish di Tengah Volatilitas Pasar

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) memasuki perdagangan hari ini dengan kecenderungan menguat seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Ekspektasi ini mendorong pelemahan dolar AS dan penurunan yield obligasi pemerintah, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Sentimen ini terlihat konsisten dalam beberapa sesi terakhir, mencerminkan perubahan sikap pasar terhadap kondisi makroekonomi global dan potensi langkah kebijakan moneter yang lebih dovish.

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai bahwa pergerakan emas hari ini masih berada dalam jalur bullish. Menurutnya, ekspektasi pemangkasan suku bunga memberi dorongan signifikan terhadap logam mulia ini. “Banyak pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Hal ini melemahkan dolar AS dan menurunkan opportunity cost dalam memegang emas, sehingga memperkuat daya tariknya di mata investor,” ujarnya.

Selain faktor kebijakan moneter, tekanan inflasi global dan melemahnya kepercayaan terhadap stabilitas mata uang fiat turut memperkuat permintaan emas. Situasi ekonomi AS yang mulai menunjukkan tanda perlambatan melalui data ketenagakerjaan dan indeks manufaktur juga menjadi alasan investor meningkatkan eksposur pada aset lindung nilai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknikal, Andy memproyeksikan bahwa jika tekanan bullish terus berlanjut, harga XAUUSD berpotensi naik hingga area $4381 pada pekan depan. Ia menyebutkan bahwa momentum penguatan masih terjaga, terutama jika dolar AS tidak menunjukkan rebound yang signifikan dalam waktu dekat. “Selama harga mampu bertahan di atas struktur support, peluang penguatan tetap terbuka,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pasar masih berada dalam kondisi sensitif terhadap data ekonomi AS dan sinyal dari pejabat The Fed. Jika dolar AS kembali bangkit, baik akibat data ekonomi yang lebih kuat, kenaikan yield obligasi, maupun pernyataan hawkish dari bank sentral, harga emas berpotensi mengalami tekanan. Dalam skenario alternatif, Andy menegaskan bahwa jika harga mengalami reversal dan menembus area kunci $3867, maka penurunan lanjutan menuju $3718 bukan hal yang mustahil.

Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, termasuk risiko geopolitik dan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, emas tetap dianggap salah satu aset defensif paling relevan. Investor kini menunggu rilis data ekonomi lanjutan serta komunikasi resmi dari The Fed untuk melihat arah pasar yang lebih jelas.

Untuk saat ini, outlook emas tetap positif dengan bias bullish. Namun volatilitas diperkirakan meningkat seiring mendekatnya periode pengambilan keputusan bank sentral. Pelaku pasar disarankan tetap mencermati area teknikal penting dan perubahan sentimen yang dapat memengaruhi arah harga secara signifikan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT
Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK
Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!
Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:15 WIB

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:19 WIB

Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:31 WIB

Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!

Berita Terbaru