10 Stasiun Asal Terbanyak Pelanggan KA Jarak Jauh yang datang ke Wilayah Daop 2 Bandung Untuk Liburan Akhir Tahun

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Jawa Barat – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya arus kedatangan pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) ke wilayah Bandung dan sekitarnya selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang bertepatan dengan liburan akhir tahun.

Selama 18 hari Angkutan Nataru, terhitung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, pelanggan KA Jarak Jauh datang ke berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung dari sejumlah kota besar di Pulau Jawa. Data menunjukkan terdapat 10 stasiun asal kedatangan terbanyak yang mendominasi arus pelanggan menuju wilayah Daop 2 Bandung.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa tingginya angka kedatangan tersebut menunjukkan wilayah Bandung dan sekitarnya tetap menjadi destinasi favorit masyarakat pada momen libur akhir tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam memanfaatkan layanan KA Jarak Jauh untuk berlibur maupun berkumpul bersama keluarga di wilayah Bandung dan sekitarnya. KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Angkutan Nataru,” ujar Kuswardojo.

Adapun 10 stasiun asal kedatangan pelanggan KA Jarak Jauh menuju seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung adalah sebagai berikut:

1. Stasiun Gambir – 38.808 pelanggan

2. Stasiun Yogyakarta – 28.767 pelanggan

3. Stasiun Pasarsenen – 13.450 pelanggan

4. Stasiun Lempuyangan – 12.030 pelanggan

5. Stasiun Bekasi – 11.780 pelanggan

6. Stasiun Surabaya Gubeng – 8.966 pelanggan

7. Stasiun Kutoarjo – 8.111 pelanggan

8. Stasiun Solo Balapan – 7.638 pelanggan

9. Stasiun Jatinegara – 6.546 pelanggan

10. Stasiun Semarang Tawang – 5.538 pelanggan

Selain itu, selama periode Angkutan Nataru 2025/2026, 5 stasiun dengan jumlah kedatangan penumpang terbanyak di wilayah Daop 2 Bandung adalah:

1. Stasiun Bandung : 122.699 pelanggan

2. Stasiun Kiaracondong : 64.507 pelanggan

3. Stasiun Cianjur : 35.307 pelanggan

4. Stasiun Tasikmalaya : 28.469 pelanggan

5. Stasiun Cipatat : 22.942 pelanggan

KAI Daop 2 Bandung juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan liburan akhir tahunnya menggunakan kereta api. “KAI akan terus meningkatkan kualitas pelayanan guna memberikan pengalaman perjalanan semakin baik dan menyenangkan, tentunya membuat pelanggan berkesan,” pungkas Kuswardojo .

Powered by WPeMatico

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT
Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK
Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!
Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:15 WIB

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:19 WIB

Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:31 WIB

Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!

Berita Terbaru