Guna Percepatan Perbaikan Infrastruktur di Aceh dan Sumatera Utara, Kementerian PU Terjunkan Tim Mahasiswa dari Politeknik PU

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan upaya perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Sebagai langkah konkret penguatan tim teknis di lapangan, Kementerian PU menerjunkan 21 mahasiswa magang dari Politeknik PU untuk mendukung percepatan rekonstruksi di wilayah terdampak.

Pelepasan tim mahasiswa ini dilaksanakan di Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah III Jakarta, Kamis (22/1/2026). Langkah ini merupakan wujud nyata kontribusi Kementerian PU dalam memulihkan layanan dasar infrastruktur bagi masyarakat dengan melibatkan sumber daya manusia (SDM) muda yang kompeten.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pelibatan mahasiswa magang ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan tenaga teknis, melainkan cerminan kesiapsiagaan Kementerian PU dalam merespons bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah wujud pengabdian Insan PU kepada ibu pertiwi, tidak hanya membangun, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik atau build back better pascabencana,” ungkap Menteri Dody.

Sebanyak 21 mahasiswa yang diterjunkan berasal dari tiga program studi (prodi) spesialis di Politeknik PU. Mereka ditempatkan di lokasi-lokasi yang sesuai dengan kompetensi teknis yang dibutuhkan untuk rehabilitasi infrastruktur. Lima mahasiswa Prodi Teknologi Konstruksi Bangunan Air ditugaskan di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II. Sepuluh mahasiswa Prodi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan ditempatkan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara. Adapun enam mahasiswa Prodi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung bertugas di Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Sumatera Utara.

Selama masa penugasan enam bulan, para mahasiswa akan bersinergi dengan balai dan satuan kerja setempat. Lingkup tugas mereka meliputi inventarisasi dan pendataan kerusakan infrastruktur, pendampingan teknis lapangan, hingga mendukung proses perencanaan dan desain cepat (quick design) untuk rekonstruksi bangunan yang terdampak bencana.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Apri Artoto, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk membentuk karakter SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi.

“Kehadiran mahasiswa magang diharapkan memberikan kontribusi positif bagi proses pemulihan di lapangan. Ini bukan hanya pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan integritas, kepekaan sosial, dan bakti kepada negara,” ujar Apri.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Politeknik PU, Brawijaya, menekankan pentingnya sikap profesionalisme selama bertugas. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjaga nama baik institusi dan Kementerian PU,” pesannya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, mahasiswa yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini akan mendapatkan pengakuan pembelajaran berupa 50 poin serta sertifikat kompetensi.

Salah satu peserta magang, Annisa Naila dari Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung.

“Kami siap ditugaskan untuk mendukung pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara. Semoga kehadiran kami dapat membantu proses pembangunan kembali dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutur Annisa.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT
Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK
Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!
Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:15 WIB

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:19 WIB

Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:31 WIB

Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!

Berita Terbaru