Animo Masyarakat Tinggi, LRT Sumsel Catat 49.295 Penumpang pada Libur Isra Mikraj

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator LRT Sumsel bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) mencatat capaian positif layanan LRT Sumsel selama masa libur panjang Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Selama empat hari periode libur panjang, Kamis hingga Minggu (15–18 Januari 2026), LRT Sumsel melayani total 49.295 penumpang.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa dari total tersebut, rata-rata jumlah penumpang LRT Sumsel mencapai 12.323 penumpang per hari. Angka ini menunjukkan minat masyarakat Palembang dalam memanfaatkan transportasi publik berbasis rel selama masa libur panjang semakin baik.

“Selama periode libur Isra Mikraj, LRT Sumsel menjadi pilihan masyarakat untuk beraktivitas di Kota Palembang. Hal ini terlihat dari naiknya volume penumpang yang kami layani,” ujar Aida Suryanti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data yang dihimpun, Stasiun Asrama Haji tercatat sebagai stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi, yakni 9.693 penumpang. Posisi kedua ditempati Stasiun Ampera dengan 7.876 penumpang, disusul Stasiun DJKA sebanyak 6.689 penumpang, Stasiun Bumi Sriwijaya dengan 5.952 penumpang, serta Stasiun Bandara yang melayani 3.482 penumpang.

Aida Suryanti menambahkan, capaian tersebut menegaskan bahwa transportasi massal berbasis rel yang ditenagai listrik semakin diminati masyarakat, khususnya pada momentum libur panjang. Selain bebas dari kemacetan, LRT Sumsel juga dinilai nyaman, aman, serta ramah lingkungan untuk mendukung mobilitas masyarakat perkotaan.

Secara kumulatif, hingga 22 Januari 2026, LRT Sumsel telah melayani sebanyak 285.673 penumpang. Capaian ini menjadi indikator positif atas peran LRT Sumsel sebagai alternatif transportasi publik di Kota Palembang.

Melalui peningkatan kualitas layanan dan sinergi bersama BPKRSS, KAI Divre III Palembang berkomitmen menjadikan LRT Sumsel sebagai moda transportasi publik yang aman, nyaman, andal, serta ramah lingkungan. Tingginya animo masyarakat selama masa libur panjang menjadi dorongan bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan transportasi massal yang berkelanjutan.

“KAI Divre III Palembang juga mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU), guna mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang tertib, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Palembang,”kata Aida Suryanti mengakhiri.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT
Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK
Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!
Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:15 WIB

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:19 WIB

Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:31 WIB

Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!

Berita Terbaru