DJKA dan KAI Lakukan Rampcheck Standar Pelayanan Minimum LRT Jabodebek untuk Memastikan Kesiapan Menjelang Angkutan Nataru 2025/2026

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAI melakukan rampcheck LRT Jabodebek untuk memastikan kesiapan layanan selama Angkutan Nataru 2025/2026. Pemeriksaan ini meliputi sarana dan prasarana untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Bekasi, 25 November 2025 – KAI, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta, melakukan rampcheck terhadap layanan LRT Jabodebek untuk menyambut Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Proses rutin ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh bagian pelayanan dalam kondisi baik dan siap menghadapi masa angkutan Nataru.

Rampcheck adalah proses uji kelaikan yang digunakan untuk menilai kesiapan sarana dan prasarana untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Kesesuaian terhadap standar keselamatan, kelengkapan fasilitas pengguna, dan keandalan sistem operasi merupakan objek pemeriksaan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemeriksaan berlangsung dari 18 hingga 21 November 2025. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang kondisi operasional LRT Jabodebek dan rencana perbaikan yang perlu dilakukan sebelum masa angkutan Nataru dimulai.

Inspeksi sarana dilakukan pada rangkaian kereta untuk memeriksa perangkat keselamatan, kondisi ruang kendali, perlengkapan darurat, sistem informasi perjalanan, dan kebersihan dan kenyamanan di dalam rangkaian kereta.

Selain itu, seluruh stasiun diperiksa untuk memastikan kesiapan ruang layanan, aksesibilitas, kebersihan lingkungan umum, perangkat keselamatan, dan sistem informasi perjalanan.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menegaskan pentingnya rangkaian rampcheck tersebut. “Pemeriksaan ini memberi kami gambaran langsung mengenai aspek layanan yang perlu dijaga dan diperkuat. Dengan pemantauan di lapangan, kami dapat memastikan seluruh unsur operasional berada pada kondisi yang mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna LRT Jabodebek,” ujar Purnomosidi.

Hasil evaluasi rampcheck menunjukkan bahwa sarana dan stasiun LRT Jabodebek memenuhi standar pelayanan minimum dan siap untuk beroperasi selama Angkutan Nataru 2025–2026.

Pada angkutan Nataru 2024/2025, KAI melayani 1.232.029 pengguna LRT Jabodebek selama 18 hari. Pada angkutan Nataru 2025/2026, KAI menargetkan dapat melayani 5% lebih banyak pengguna LRT Jabodebek dibandingkan dengan angkutan Nataru sebelumnya.

Untuk memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, KAI akan terus meningkatkan kualitas layanannya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT
Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK
Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!
Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:15 WIB

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:19 WIB

Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:31 WIB

Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!

Berita Terbaru