Holding Perkebunan Nusantara Dukung Percepatan Pembangunan 600 Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang – Penanganan pascabencana banjir di Aceh memasuki fase lanjutan melalui pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak. Pada tahap awal, sebanyak 600 unit huntara telah direalisasikan sebagai bagian dari upaya pemulihan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pembangunan huntara merupakan bentuk partisipasi aktif negara melalui BUMN dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Pada prinsipnya kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kami berharap hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan mereka,” ujar Dony saat meninjau lokasi, Selasa (30/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dony, pembangunan huntara tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan hunian. Kawasan huntara dirancang dilengkapi fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari, seperti fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak. Aspek konektivitas juga menjadi perhatian agar masyarakat tetap dapat beraktivitas selama masa pemulihan.

Ia menambahkan, 600 unit huntara tersebut merupakan tahap awal dari program berskala lebih besar dengan target pembangunan hingga 15.000 unit di berbagai wilayah terdampak bencana. “Kami akan menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi lain yang memang membutuhkan dan siap untuk dibangunkan,” katanya.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E., menyampaikan bahwa banjir berdampak luas di hampir seluruh wilayah provinsi. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, sedikitnya tujuh daerah mengalami dampak paling parah sehingga memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif.

“Kami menyampaikan ribuan terima kasih. Progresnya sangat cepat. Kami melihat pekerjaan pembangunan nonstop 24 jam. Kami berharap pembangunan hunian sementara ini berjalan paralel dengan pemulihan yang sedang berjalan,” ujar Fadhlullah.

Ia menegaskan pentingnya penyediaan lahan oleh pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pihak lain agar pembangunan tahap berikutnya dapat segera dilanjutkan.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mengungkapkan bahwa skala kerusakan akibat banjir di wilayahnya tergolong sangat besar.

“Untuk rumah yang rusak parah jumlahnya lebih kurang 8.000 unit. Total rumah terdampak bisa lebih dari 14.000. Karena itu, untuk rumah-rumah yang rusak berat kemungkinan besar akan dilakukan relokasi,” ujarnya.

Pembangunan huntara tahap awal ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas BUMN, melibatkan BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, dan Telkom, serta didukung oleh kesiapan dan percepatan penyediaan areal oleh Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Dukungan kesiapan lahan dari PTPN Group memungkinkan proses pembangunan dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi.

Program pembangunan huntara ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah bersama BUMN dalam memastikan hunian sementara yang aman, layak, dan mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT
Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK
Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!
Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:15 WIB

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:19 WIB

Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:31 WIB

Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!

Berita Terbaru