KAI Daop 2 Bandung Ganti Bantalan Rel dengan Bantalan Sintetis untuk Dukung Keberlanjutan Lingkungan

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung melakukan penggantian bantalan rel konvensional dengan bantalan sintetis ramah lingkungan. Bantalan sintetis merupakan salah satu langkah nyata KAI dalam mendukung prinsip green railway atau perkeretaapian hijau.

Bandung, Jawa Barat – Dalam upaya mendukung program keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan keselamatan serta keandalan jalur rel, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung melakukan penggantian bantalan rel konvensional dengan bantalan sintetis ramah lingkungan di sejumlah lintas operasional wilayah Daop 2 Bandung.

Image

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan bahwa penggunaan bantalan sintetis merupakan salah satu langkah nyata KAI dalam mendukung prinsip green railway atau perkeretaapian hijau. Bantalan sintetis ini terbuat dari bahan daur ulang plastik berkualitas tinggi yang tahan terhadap cuaca ekstrem, korosi, dan rayap, serta memiliki masa pakai lebih panjang dibandingkan bantalan kayu.

“Selain lebih ramah lingkungan, bantalan sintetis juga memiliki daya tahan tinggi, fleksibel terhadap perubahan suhu, dan tidak memerlukan perawatan sesering bantalan kayu. Ini sejalan dengan komitmen KAI dalam mewujudkan operasional kereta api yang efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujar Kuswardojo.

Image

Dari Tahun 2014 Hingga Oktober 2025, KAI Daop 2 Bandung telah mengganti lebih dari 6.362 unit bantalan kayu menjadi bantalan sintetis yang tersebar di sepanjang wilayah Daop 2 Bandung. Proses penggantian dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan perjalanan kereta api dan tidak mengganggu jadwal perjalanan reguler.

Keunggulan dan Manfaat Bantalan Sintetis dibanding Bantalan Kayu:

1. Ramah Lingkungan: Tidak menggunakan kayu hutan sehingga membantu mengurangi penebangan pohon dan mendukung prinsip zero deforestation.

2. Tahan Lama: Memiliki masa pakai lebih panjang hingga dua kali lipat dibandingkan bantalan kayu yang mudah lapuk akibat kelembapan, serangga, atau jamur.

3. Tahan Cuaca dan Rayap: Tidak terpengaruh perubahan suhu, kelembapan, maupun serangan rayap yang umumnya merusak bantalan kayu.

4. Stabilitas Dimensi Tinggi: Tidak mudah berubah bentuk akibat perubahan suhu atau kelembapan, sehingga menjaga kestabilan posisi rel dalam jangka panjang.

5. Ramah terhadap Sistem Rel: Mampu meredam getaran lebih baik sehingga mengurangi keausan pada rel dan memperpanjang umur infrastruktur perkeretaapian.

6. Dapat Didaur Ulang: Setelah masa pakai habis, material bantalan sintetis masih bisa diproses ulang menjadi bahan baru tanpa menimbulkan limbah berbahaya.

“Secara teknis, bantalan sintetis memberikan keseimbangan ideal antara kekuatan, elastisitas, dan daya tahan terhadap kondisi lingkungan. Inovasi ini menjadi langkah konkret KAI dalam mengurangi jejak karbon serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” tambah Kuswardojo.

Langkah penggunaan bantalan sintetis ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk terus berinovasi dalam pengelolaan infrastruktur perkeretaapian yang modern dan berwawasan lingkungan, serta mendukung target nasional dalam pengurangan emisi karbon dari sektor transportasi.

Dengan inovasi ini, KAI Daop 2 Bandung berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan sekaligus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Berita Terkait

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang
Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak
Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN
Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri
Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa
RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:33 WIB

Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:44 WIB

Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:45 WIB

Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:38 WIB

Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

KPK Angkut 6 Pejabat di Kabupaten Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:30 WIB