Kasus Kematian Anggota Ormas di Depok, Polisi Periksa Tiga Saksi

Minggu, 18 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Suardi Jumaing saat konferensi pers.

Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Suardi Jumaing saat konferensi pers.

KanalNasional.com | Anggota ormas IZ yang ditemukan tewas membusuk di sebuah indekos di Beji, kini Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya, sementara korban diduga dibunuh oleh teman sendiri

Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Suardi Jumaing mengatakan sejauh ini pihaknya telah memeriksa tiga saksi. Salah satunya sempat berada di tempat kejadian perkara (TKP).

“Hari ini kami masih memeriksa tiga orang saksi Epin salah satu saksi yang di TKP, kemudian atas nama Akur dan satunya lagi, ada 3 yang sedang kami periksa,” ungkap Suardi kepada wartawan, Sabtu (17/2/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut Suardi menjelaskan, saksi merupakan teman yang ikut minum minuman keras (miras) bersama korban sebelum ditemukan tewas dalam kondisi membusuk.

“Mereka orang yang ada di TKP. Statusnya sebagai saksi yang bersangkutan berada di TKP sebelum kejadian, teman si korban sama-sama minum,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan anggota ormas berinisial IZ di kamar kost kawasan Beji, Kota Depok. Salah satunya memeriksa sejumlah saksi.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Pradana mengatakan salah satu saksi yang diperiksa adalah pemilik indekos yang mengaku ikut minum minuman keras dengan korban dan terduga pelaku pembunuhan.

“Saksi yang diperiksa warga kos sekitar sama si pemilik kosnya. Dia (pemilik kos) cuma bilang minum-minum di situ terus dia keluar. Jadi kejadian minum-minum bersama di situ, minum ciu,” Terang Arya  dikutip pada Senin (12/2/2024).

Menurut Arya, polisi belum bisa memastikan kapan korban tewas. Dari keterangan pemilik kost, lanjut dia, bersama korban dan pelaku minum minuman keras itu lima hari sebelum IZ ditemukan tak bernyawa.

“Kalau kejadian kita kan berpatokan sama hasil autopsi nanti, cuma kan yang kita tahu itu terakhir pemilik kos masuk itu lima hari sebelum ditemukan. Tapi kejadian kapan nunggu dari hasil autopsi, nanti hasil autopsi bisa menentukan meninggalnya karena apa dan kapan,” jelasnya

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog
Pemilik RPA Pabuaran Bantah Bau Menyengat, Sebut Izin Usaha Lengkap
Open Bidding Eselon II Tangsel Disorot, GHARIS Dugaan Ada “Permainan” dalam Lolosnya Kandidat Tertentu
Asap Sampah dan Karoke Ganggu Fokus Latihan, Atlet Pencak Silat Tangsel Terancam Batal Tanding di POPDA
Tangsel Perkuat Identitas Budaya Lewat Gebyar Tradisi Betawi di Rempoa
Sorotan Tajam Pegarindo: Keabsahan 52 Sertifikat Hak Pakai di Tangsel Dipertanyakan, Kasus Bergulir ke Kejaksaan Agung
Proyek Rp30 Miliar Dispora Bogor ‘Bocor’, BPK Temukan Kelebihan Bayar Ratusan Juta
Ahli Waris Kong Sarun vs Pengembang, Sengketa Lahan di Perigi Memanas di Meja Mediasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:29 WIB

BPK Ungkap Dugaan Mark Up Rp472 Juta di Pengadaan Dump Pick Up DLH Tangsel, Harga Melonjak Jauh dari E-Katalog

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

Pemilik RPA Pabuaran Bantah Bau Menyengat, Sebut Izin Usaha Lengkap

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:45 WIB

Open Bidding Eselon II Tangsel Disorot, GHARIS Dugaan Ada “Permainan” dalam Lolosnya Kandidat Tertentu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:20 WIB

Asap Sampah dan Karoke Ganggu Fokus Latihan, Atlet Pencak Silat Tangsel Terancam Batal Tanding di POPDA

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:01 WIB

Tangsel Perkuat Identitas Budaya Lewat Gebyar Tradisi Betawi di Rempoa

Berita Terbaru

EKONOMI & BISNIS

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB