Kurikulum Merdeka Merangsang Siswa Ciptakan Teknologi Hingga Aplikasi

Sabtu, 6 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Bicara tentang pembelajaran yang “merdeka”, kebijakan baru untuk Kurikulum Merdeka sudah diterapkan agar mendorong siswa untuk berkreasi melalui metode yang lebih inovatif dan interaktif. Artinya, menjadikan dunia pendidikan yang lebih fleksibel dan melepas belenggu perguruan tinggi agar lebih mudah bergerak.

Implementasi Kurikulum Merdeka dibuat agar dapat menjadi sarana siswa untuk mengekspresikan ide-ide secara kreatif, memperlihatkan keterampilan di luar aspek akademik, dan membangun kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan hasil karyanya. Melalui penerapan Kurikulum Merdeka, siswa didorong untuk melampaui batasan pembelajaran yang konvensional, mengeksplorasi minat dan bakat, serta memberikan ruang bagi siswa untuk berinovasi dan memunculkan potensi terbaiknya.

Seperti yang dirancang Mahasiswa Undana untuk Teknologi Tangkap Udara, salah satu karya dari penerapan kebijakan Kurikulum Merdeka. Maka dampak positif bagi satuan pendidikan. Salah satu inovasi yang dihasilkan melalui program Kurikulum Merdeka adalah pengembangan Teknologi Tangkap Udara yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Inovasi tersebut kemudian berhasil mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Kedaireka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Testimoni yang diberikan oleh mahasiswa juga sangat positif. “Manfaat yang dihasilkan dari program ini, yaitu meningkatkan kemampuan dalam hal studi kasus. Kami belajar mengidentifikasi masalah sebelum terjun langsung mencari solusi”, ucap Deprison Arianto, Mahasiswa UNDANA yang terlibat dalam pengembangan teknologi Tangkap Udara.

Proyek ini melibatkan 20 mahasiswa dalam melakukan penelitian dan pengembangan alat. Ini merupakan inovasi dengan melakukan konversi wujud dari molekul udara menjadi air menggunakan tenaga surya.  Penerapan teknologi tersebut diterapkan di desa untuk mengaliri lahan pertanian yang ada di sekitarnya. Hasil kolaborasi ini secara nyata memberikan manfaat yang signifikan, baik dalam meningkatkan pengetahuan, maupun kemampuan kepemimpinan (leadership) mahasiswa. (Ym)

Berita Terkait

Camat Ciseeng Tinjau Revitalisasi SMPN 2, Tiga Ruang Kelas Baru Segera Dibangun
Dua Mobil Yayasan Raib di Tengah Malam, Kuasa Hukum Syarif Hidayatullah Laporkan ke Polres Tangsel
Bulan Bakti Pramuka 2026, Benyamin Perkenalkan Prasiaga sebagai Pondasi Generasi Unggul
Kolaborasi Pemkot Tangsel dan Karang Taruna Bekali Anak Muda dengan Literasi Digital
SPMB Tangsel 2026 Berjalan Lancar, Orang Tua Kini Bisa Pantau Peluang Lolos di Rumah Tanpa Harus ke Sekolah
Pemkot Tangsel Realisasikan Seragam Sekolah Gratis Tahun ini
Komisi IV DPRD Desak Pemkot Bekasi Terbitkan Perwali Soal Larangan Tahan Ijazah
Pembangunan Gedung SMPN 14 Tangerang Selatan Rp20 Miliar Tuai Sorotan, Papan Proyek Tak Terpasang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:10 WIB

Camat Ciseeng Tinjau Revitalisasi SMPN 2, Tiga Ruang Kelas Baru Segera Dibangun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Dua Mobil Yayasan Raib di Tengah Malam, Kuasa Hukum Syarif Hidayatullah Laporkan ke Polres Tangsel

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Bulan Bakti Pramuka 2026, Benyamin Perkenalkan Prasiaga sebagai Pondasi Generasi Unggul

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:29 WIB

Kolaborasi Pemkot Tangsel dan Karang Taruna Bekali Anak Muda dengan Literasi Digital

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:39 WIB

SPMB Tangsel 2026 Berjalan Lancar, Orang Tua Kini Bisa Pantau Peluang Lolos di Rumah Tanpa Harus ke Sekolah

Berita Terbaru