LindungiHutan Luncurkan “Carbon Projection”, Fitur Perhitungan Serapan Karbon Jangka Panjang

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 27 November 2025 — Di tengah meningkatnya tekanan global untuk pelaporan emisi yang lebih transparan, akurat, dan berbasis data, LindungiHutan memperkenalkan inovasi terbarunya, yakni Carbon Projection, sebuah layanan yang memetakan proyeksi serapan karbon jangka panjang dari setiap kegiatan penanaman pohon yang dilakukan perusahaan. Fitur ini dirancang untuk membantu perusahaan memahami dampak lingkungan secara ilmiah dan terukur, sekaligus memperkuat akuntabilitas dalam laporan keberlanjutan dan strategi ESG.

Pelaporan emisi karbon kini menjadi kebutuhan mendesak. Laporan UNEP Emission Gap Report 2024 menegaskan bahwa emisi global masih berada pada jalur peningkatan yang dapat menyebabkan kenaikan suhu 2,5°C hingga 2,9°C pada akhir abad jika tidak ada tindakan drastis untuk menguranginya. 

Sementara itu, WTO dan World Economic Forum mencatat bahwa lebih dari 90% perusahaan besar kini diminta investor untuk menunjukkan strategi pengurangan emisi berbasis data, bukan klaim naratif. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Indonesia, isu transparansi juga mengemuka: riset Nature Communications menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan hanya melaporkan sekitar 25% dari emisi rantai pasoknya secara lengkap. Dengan latar itu, kemampuan menghitung dampak pohon terhadap penyerapan karbon secara ilmiah menjadi semakin krusial.

Layanan Carbon Projection LindungiHutan hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Melalui model data internal yang dikembangkan berdasarkan spesies pohon, lokasi, riwayat kampanye, serta data monitoring pascatanam, perusahaan dapat melihat proyeksi seberapa besar dan seberapa lama pohon-pohon dari program CSR mereka akan menyerap karbon. 

Proyeksi ini memberikan gambaran jangka panjang yang kredibel, bukan asumsi, sehingga perusahaan dapat menggunakannya sebagai dasar penyusunan strategi keberlanjutan dan pelaporan tahunan. Selain itu, perusahaan akan menerima infografik profesional yang dapat langsung digunakan dalam laporan ESG, presentasi, hingga komunikasi publik, sehingga meningkatkan reputasi brand sebagai pelaku bisnis yang bertanggung jawab.

Carbon Projection juga dirancang untuk memberikan nilai guna jangka panjang. Data yang disajikan dapat dipakai berulang setiap tahun tanpa perlu perhitungan ulang, sehingga perusahaan dapat menjaga konsistensi pelaporan dampak lingkungan tanpa biaya tambahan. Dengan biaya mulai dari Rp500.000, perusahaan dapat mengakses analisis dampak karbon yang relevan, terukur, dan mudah digunakan untuk kebutuhan audit keberlanjutan maupun komunikasi brand.

Inovasi ini memperkuat posisi LindungiHutan sebagai platform konservasi berbasis teknologi yang berfokus pada transparansi dan data-driven impact. Hingga kini, LindungiHutan telah bekerja sama dengan lebih dari 600 mitra korporasi dan menanam lebih dari satu juta pohon di berbagai lokasi restorasi Indonesia. Carbon Projection menjadi langkah lanjutan yang memastikan setiap pohon yang ditanam tidak hanya menjadi aksi simbolis, tetapi juga kontribusi yang dapat dibuktikan melalui data ilmiah jangka panjang.

LindungiHutan mengundang perusahaan untuk menjadi yang pertama mencoba fitur ini dan melihat bagaimana data penanaman pohon dapat diterjemahkan menjadi proyeksi dampak karbon yang akurat, kredibel, dan mudah dipresentasikan kepada investor maupun publik. Melalui perhitungan terstruktur dan visualisasi profesional, perusahaan dapat memperkuat komitmen keberlanjutan dan menyusun strategi lingkungan yang berbasis bukti.

Perusahaan yang tertarik dapat menjadwalkan sesi konsultasi gratis untuk mengetahui potensi kolaborasi dan proyeksi dampak di lokasi pilihan mereka melalui tautan ini. Dengan data yang kuat dan aksi yang nyata, LindungiHutan berharap semakin banyak perusahaan dapat mengambil peran dalam perjalanan menghijaukan Indonesia secara berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT
Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK
Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!
Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:15 WIB

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:19 WIB

Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:31 WIB

Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!

Berita Terbaru