Menteri PU: Pemulihan Pascabencana Aceh Bukan Sekadar Fisik, Rasa Aman dan Kenyamanan Masyarakat Beraktivitas Juga Penting

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 4 Januari 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh tidak boleh hanya berhenti pada perbaikan fisik infrastruktur semata. Lebih dari itu, pemulihan harus menyentuh aspek psikologis, yakni mengembalikan rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani aktivitas harian.

Hal tersebut
diwujudkan Kementerian PU melalui percepatan pembangunan sumur bor air bersih
di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat kehidupan sosial warga, seperti
tempat ibadah, fasilitas pendidikan, pasar, kantor pemerintahan, hingga Hunian
Sementara (Huntara).

“Masjid,
sekolah, dan pesantren adalah ruang hidup masyarakat. Ketika air bersih
tersedia di sana, warga bisa kembali beribadah dengan tenang, anak-anak bisa
belajar dengan layak, dan risiko penyakit dapat dicegah,” ujar Menteri Dody
Hanggodo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Dody
menambahkan bahwa pemulihan fasilitas ini krusial untuk memastikan kehidupan
sosial dan ekonomi warga dapat segera bangkit kembali setelah masa tanggap
darurat.

Sejak 28
Desember 2025, Kementerian PU telah memulai pekerjaan pengeboran sumur bor air
tanah di sejumlah lokasi ibadah dan fasilitas umum. Saat ini, satu titik telah
fungsional, yakni di Masjid Simpang Lhee, di Kecamatan Manyak Payed, yang
segera dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa rumah pompa dan MCK.

Pembangunan ini
dilaksanakan secara terintegrasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dan
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Lokasi-lokasi ini dipilih
agar air bersih dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar (komunal),
baik pada masa darurat maupun pemulihan jangka panjang.

Berikut adalah
beberapa titik yang telah memasuki tahap pengeboran:

1. Di Kabupaten Aceh Tamiang:

·        
Fasilitas Kesehatan: Puskesmas Karang Baru, Tamiang Hulu, Sekerak, Bandar Pusaka, Kuala
Simpang, Rantau, Bendahara, dan Polindes Manyak Payed.

·        
Fasilitas Umum & Ibadah: Pasar Manyak Payed, Masjid Babul Falah (Karang Baru), Masjid Al
Ikhlas (Banda Mulia), Kantor Kecamatan Kuala Simpang, Huntara DPRK Aceh
Tamiang, Ponpes Darul Muchlisin (Karang Baru), TK Nurul Ikhlas Telaga Muku II
(Banda Mulia), dan Meunasah Meurandeh (Manyak Payed).

2. Di Kabupaten Pidie Jaya: Kompleks Dishub Pidie Jaya, Kompleks Perpustakaan dan Arsip,
Meunasah Gampong Beurawang, Meunasah Balek, dan Meunasah Gampong Dayah Kruet.

3. Di Kabupaten Bener Meriah: Huntara Blang Rakal dan Huntara Tunyang.

Dalam melakukan
pengeboran sumur, Kementerian PU menerapkan pendekatan berbasis data
hidrogeologi dan mitigasi risiko bencana. Kedalaman pengeboran bervariasi
antara 60 hingga 82 meter, disesuaikan dengan hasil survei geolistrik untuk
memastikan kualitas dan keberlanjutan sumber air. Upaya ini dilakukan untuk
memastikan ketersediaan air bersih yang aman, berkelanjutan, dan tetap
berfungsi pada kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi ekstrem.

Secara
keseluruhan, khusus untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU merencanakan
pembangunan 47 titik sumur bor air baku yang tersebar di 30 lokasi pada 12
kecamatan. Rinciannya terdiri atas 14 titik sumur bor dangkal dan 33 titik
sumur bor dalam. Setiap titik dirancang sebagai cadangan air bersih jangka
menengah.

Langkah ini
berjalan seiring dengan penyediaan sarana pendukung darurat lain, seperti IPA
Mobile, mobil tangki air, hidran umum, toilet darurat, dan toren air, yang
telah beroperasi di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya.

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Powered by WPeMatico

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT
Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK
Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!
Harga Sembako Naik di Awal Ramadhan, Komisi III DPRD Kota Bekasi Usul Operasi Pasar
DPRD Berharap Koperasi Merah Putih Bisa Tingkatkan Perekonomian Warga Kota Bekasi
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:15 WIB

RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:52 WIB

DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:19 WIB

Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Sisir 53 Lapak Hewan Kurban: Gratis Cek Kesehatan, Nol Kasus PMK

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:31 WIB

Bupati Bogor Minta Jalur Tambang Dibuka, FK3I Tegas Menolak: Jangan Perparah Kerusakan Alam!

Berita Terbaru