KanalNasional.com | Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor ke-542 di Kecamatan Gunung Sindur, digelar di lapangan Perumahan Puri Husada Agung, Desa Cibinong, Senin, 3 Juni 2024.
Upacara Peringatan yang di mulai pagi sekira pukul 08.00 WIB tersebut di hadiri aparat Forkopimcam (Forum Komunikasi Kecamatan), seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Sindur dan unsur kelembagaan serta tokoh masyarakat.
Meski nampak meriah dengan rangkaian berbagai kegiatan yang diikuti para kepala desa dan unsur kelembagaan di Kecamatan Gunung Sindur. Namun sayangnya, pantauan KanalNasional.com, masyarakat secara umum terkesan cuek dengan kegiatan Hari Jadi Bogor ke-542 yang diselenggarakan oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Disepanjang jalan protokol pun tidak terlihat adanya pemasangan umbul-umbul atau sejenisnya guna memeriahkan Hari Jadi Bogor tersebut. Demikian pula halnya dengan jalan-jalan desa, juga tidak ada spanduk ucapan baik dari swasta maupun komunitas. Warga masyarakat seakan ‘cuek’ dengan sejarah kelahiran Bogor 542 tahun silam.
Menanggapi hal ini, Camat Gunung Sindur, Jajang Dace Hatomi membenarkan bahwa antusiasme warga yang kurang saat ini tidak dalam memperingati HUT Bogor yang sifatnya lokal saja, menurutnya dalam menyambut HUT RI pun kebiasaan masyarakat umum hampir sama.
“Jangankan HUT Bogor yang sifatnya lokal. HUT RI saja sekarang banyak yang tidak pasang umbul-umbul untuk memeriahkan. Ini menjadi salah satu tugas kita untuk mnengingatkan mereka (warga) ya,” ujar Camat.
Disisi lain, Peringatan Hari Jadi Bogor ke-542 yang digelar Pemerintah Kecamatan Gunung Sindur dan dirangkai dengan berbagai kegiatan oleh para kepala desa dan sejumlah kelembagaan menurut camat dapat membangun suasana keakraban.
“Saling bercengkrama. Saling menghibur. Kita ini bagian dari sejarah di Kabupaten Bogor, bukan semata-mata memperingati hari jadi Bogor, tetapi kita perlu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat itu yang paling utama,” ujar Camat.
Gunung Sindur guyub yang menjadi slogan, sambung camat memiliki kesan tersendiri. Terlihat dengan kekompakan yang ada.
Sementara itu, lapangan halaman Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Puri Husada Agung yang dipilih untuk lokasi kegiatan, camat beralasan karena lokasi tersebut sangat nyaman dengan ketersediaan fasilitas yang ada.
“Di sini ada masjid, ada aula sehingga ketika betah berlama-lama masih ada tempat solat,”
Di tempat yang sama, Ketua Paguyuban Kepala Desa, H. Edi Mulyadi mengungkapkan bahwa Peringatan Hari Jadi Bogor menjadi momentum evaluasi dan tolak ukur untuk Gunung Sindur yang semakin guyub.
Mencermati, antusiasme warga yang terlihat cuek dengan Hari jadi Bogor ke-542, Edi mengatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan diakuinya masih minim. Namun pihaknya berusaha semaksimal mungkin dalam sosialisasi, baik melalui medsos maupun forum pertemuan.
“Kami para Kepala Desa sudah sebisa mungin mensosialisasikannya, baik melalui media sosial. Juga melalui beberapa kesempatan pertemuan. Semoga ke depan bisa lebih meriah lagi,” tandasnya. (mln)















