Say No to Fraud! Pelindo Multi Terminal Perkuat Budaya Integritas

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, 1 Desember 2025 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan
Indonesia (Persero) yang mengelola operasional terminal nonpetikemas,
menyelenggarakan Sosialisasi Pengendalian Fraud bersama Bidang Investigasi
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat. Kegiatan ini digelar
pada Senin (01/12) di Grha Pelindo, Medan sebagai upaya memperkuat budaya
integritas dan pengawasan di lingkungan perusahaan.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan
dan meningkatkan efektivitas pengendalian kecurangan (fraud) di lingkungan
perusahaan, Pelindo Multi Terminal menyelenggarakan rangkaian kegiatan
sosialisasi pengendalian fraud yang berlangsung pada 1–5 Desember 2025.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh
insan perusahaan untuk memahami risiko, meningkatkan kewaspadaan, serta
memperbaiki tata kelola secara berkelanjutan. Dukungan ini juga menjadi bagian
dari komitmen perusahaan dalam memastikan setiap aktivitas operasional maupun
rencana investasi dijalankan secara hati-hati, terukur, dan berorientasi pada
peningkatan kinerja perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini sangat penting karena pengendalian fraud bukan
hanya tanggung jawab satu unit, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama.
Ketika terdapat indikasi atau potensi risiko, penyampaiannya harus dilakukan
sejak awal agar dapat segera ditangani. Melalui pendampingan BPKP, kami
berharap seluruh jajaran—mulai dari manajemen hingga unit di tingkat
branch—dapat memahami risiko secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi
wawasan tetapi juga dari aspek implementasi, ” ujar Direktur Keuangan dan
Manajemen Risiko Pelindo Multi Terminal, Yoni Setiawan.

Untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan mendukung
pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat, kegiatan sosialisasi ini juga
membahas pentingnya Fraud Risk Assessment (FRA). Melalui FRA, perusahaan dapat
mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi potensi risiko kecurangan sehingga
dampaknya terhadap operasional, strategi, maupun investasi dapat diminimalkan.
Pendekatan ini membantu perusahaan menjaga keandalan proses bisnis, mendorong
pengambilan keputusan yang lebih tepat, serta memastikan setiap rencana dan
program kerja memberikan manfaat optimal bagi perusahaan.

“Melakukan penilaian risiko fraud bukan hanya kewajiban,
tetapi kebutuhan strategis bagi perusahaan. Dengan memahami risiko secara
komprehensif, kita dapat menentukan langkah pengendalian yang tepat agar
potensi kecurangan tidak terjadi dan keputusan bisnis tidak meleset dari
sasaran. Banyak kasus menunjukkan bahwa investasi atau program yang niatnya
ingin memberi nilai tambah justru berujung merugikan karena risiko tidak
dianalisis sejak awal. Melalui FRA, kelemahan-kelemahan tersebut dapat
diidentifikasi sejak dini sehingga perusahaan dapat menetapkan mitigasi yang
efektif,” ujar I Ketut Harsa, perwakilan Bidang Investigasi BPKP Pusat.

Image

Kegiatan ini dirangkai dengan sesi Focus Group Discussion
(FGD) bersama seluruh divisi di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini bertujuan
untuk menggali dan mengidentifikasi potensi risiko kecurangan secara lebih
mendalam dari perspektif masing-masing unit kerja. Melalui FGD ini, diharapkan
pemetaan risiko dapat dilakukan secara komprehensif sehingga langkah pengendalian
yang disusun perusahaan menjadi lebih tepat sasaran dan efektif dalam mencegah
terjadinya fraud.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, perusahaan berharap
penerapan pengendalian fraud dan penilaian risiko dapat semakin optimal
sehingga perusahaan mampu menjalankan operasional secara berintegritas serta
mendukung terciptanya tata kelola yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang
Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak
Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN
Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri
Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa
RPA Ilegal di Pabuaran Mengalirkan Limbah, DLH: Kecamatan Punya Kuasa Tutup
DPRD Bogor Soroti RPA Gunung Sindur, Bau Menyengat Diduga Ganggu Warga
Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Dorong 54 KKMP Tepat Waktu Susun dan Upload Laporan RAT

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Festival Budaya Jadi Andalan Tangsel, Benyamin Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Makin Berkembang

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:33 WIB

Pasca Disegel, Segel Satpol PP di Bangunan Swash Padel Tidak Nampak

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:44 WIB

Lewat Reses, Evi Mafriningsianti Dorong Program Pemberdayaan UMKN

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:45 WIB

Fokus pada Kemandirian Ekonomi, Forum Jurnalis Bogor Raya Resmi Deklarasikan Diri

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:38 WIB

Semangat Forum Jurnalis Bogor Raya Mendorong Kemandirian Usaha dan Sinergi Antardesa

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

KPK Angkut 6 Pejabat di Kabupaten Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:30 WIB