Kanalnasional.com | Pihak UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah 2 yang menyelenggarakan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi mengungkapkan bahwa ada sekira 5,8 kilometer panjang saluran irigasi Curug – Serpong dengan lebar 3 meter yang menjadi asset pemerintah Kabupaten Bogor.
Saluran irigasi Curug-Serpong juga melintasi Desa Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur berbatasan langsung dengan lokasi Klaster Grand Bukit Dago yang saat ini sedang dibangun.
“Saluran irigasi Curug-Serpong milik Pemda kabupaten Bogor itu mentok persis sampai ke Pasar Jengkol. Panjangnya 5,8 Kilometer. Lebarnya 3 meter,” kata Tarmin, selaku Juru Pengairan Gunung Sindur di Kantor UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah 2 yang beralamat di Jl.Raya Jampang Ciseng, Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, Selasa 3 Desember 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Tarmin mengakui bahwa, saluran irigasi di wilayah tersebut saat ini mengalami pendangkalan. Dan pihaknya juga sudah mengusulkan kepada DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang) Kabupaten Bogor untuk segera melakukan normalisasi.
“Kami sudah usulkan ke pihak dinas. Insyaallah, kemungkinan di tahun 2025 akan ada normalisasi saluran irigasi,” ujarnya.
Sementara itu, keterbatasan personil yang ada di UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah 2 diakuinya, membuat pengawasan yang dilakukan pihak UPT Irigasi masih kurang maksimal.
Terkait pembangunan yang dilakukan pihak pengembang Grand Bukit Dago yang diduga mencaplok bibir saluran irigasi. Pihak UPT Infrastruktur Irigasi kata Tarmin akan segera melakukan survey ke lokasi dan melaporkan keatasannya.
Selain itu sambung Tarmin, sepengetahuannya lokasi lahan tersebut seharusnya diperuntukan sebagai lahan penghijauan atau RTH (ruang terbuka hijau).
“Nanti akan kami cek ke kelapangan. Kalau ditemukan ada pelanggaran pasti akan dilakukan tindakan. Seperti tertuang di perda nomor 4 tahun 2016 tentang Sempadan Irigasi.
Resikonya ya bisa sampai kepada pembongkaran, jika memang benar telah mencaplok jalur irigasi. Tapi kalau untuk penghijauan ya silahkan saja, karena sepengetahuan saya lahan di jalur tersebut untuk penghijauan ,” pungkasnya.
Seperti diberitakan Kanalnasional.com sebelumnya bahwa saat ini , ada sederetan bagunan gedung mirip ruko mewah yang dibangun dua lantai bernama Grand Bukit Dago Exclusive Cluster di Jalur Jalan Raya Rawakalong-BSD. Jika dilihat dari depan, bangunan mewah yang dipasarkan dengan harga miliaran itu, tentu mengundang decak kagum bagi siapapun yang melihatnya.
Namun, sayangnya ketika dilihat dari belakang, kondisi bangunan mewah tersebut begitu mepet persis dibibir sungai. Meski kondisi sungai sudah mengalami pendangkalan dan kering. Tapi dimusim penghujan lokasi itu tetap menjadi lintasan air dari kampung Rawa Kalong. (mln)















