Kehawatiran Politisasi Agama di Pemilu 2024

Senin, 21 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Dalam Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas Hipmi) di Solo, Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk tidak mempolitisasi agama di Pemilu 2024. Senin (21/11/2022).

Pernyataan tersebut disampaikan beliau saat memberikan sambutan “Debat dipersilakan tapi debat gagasan, debat ide yang membawa negara ini lebih baik silakan. Tapi jangan sampai panas, apalagi membawa politik politik SARA. Jadi politisasi agama tidak boleh ada. Setuju?” ungkap Jokowi dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Kepala Negara menilai isu politisasi agama sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa. Beliau mengatakan, bangsa Indonesia sudah merasakan dampak dari politisasi agama yang berlarut-larut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sudah merasakan dan itu terbawa lama. Hindari ini. Lakukan politik politik gagasan, politik politik ide, tapi jangan masuk ke politik SARA, politisasi agama, politik identitas, jangan. Sangat berbahaya bagi negara sebesar Indonesia yang sangat beragam,” ujarnya.

Dia berharap kondisi nasional tidak terlalu panas akibat Pemilu 2024. Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga mengingakan agar capres dan cawapres menjaga situasi politik tetap kondusif.

“Inilah yang sekali lagi saya ingatkan kepada capres dan cawapres. Untuk membawa suasana politik kita menuju 2024 itu betul-betul paling banter anget dikit, syukur bisa adem,” tutupnya.

Berita Terkait

Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029
Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta
HUT ke 25 Demokrat: Anton Suratto -Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Kehadiran
30 Tahun Kudatuli, DPC PDIP Kota Bekasi Ajak Kader dan Generasi Muda Jangan Lupakan Sejarah
Warga Pasang Spanduk: Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Sekarang Juga
Krisis Lahan Makam di Jatisari, Anim Dorong Pemkot Bekasi Segera Buka TPU Baru 1,5 Hektare
Pengukuhan Sekda Tangsel Tuai Sorotan, Dinilai Rawan Langgar UU ASN dan Aturan Turunan
Ranny Fahd Arafiq Paparkan Dampak Ganda Program MBG: Kesehatan Anak dan Ekonomi Rakyat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:59 WIB

Demokrat Nggak Mau Nonton dari Pinggir: Anton Suratto Sebut Pidato AHY Tampar Isu 2029

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Bidik 2029, Anton Suratto: Jadikan Jabar Kekuatan Utama Demokrat, Turun Sebelum Rakyat Meminta

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

HUT ke 25 Demokrat: Anton Suratto -Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Kehadiran

Senin, 27 Juli 2026 - 13:52 WIB

30 Tahun Kudatuli, DPC PDIP Kota Bekasi Ajak Kader dan Generasi Muda Jangan Lupakan Sejarah

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:31 WIB

Warga Pasang Spanduk: Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Sekarang Juga

Berita Terbaru