Benyamin Apresiasi Kader Posyandu Dengan Menaikan Insentif Mereka

Rabu, 22 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalNasional.com | Pemkot Tangerang Selatan dalam upaya menurunkan angka prevalensi stunting di wilayahnya akan imbangi dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan menaikan insentif bagi kader posyandu di Tangsel.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri peningkatan kader Posyandu di Kecamatan Setu dan Serpong, pada Selasa, (21/03).

“Saya akan naikan insentif para kader di wilayah Tangerang Selatan, insyaallah menjadi 1 juta 350ribu, per tahun. Jumlah kader posyandu kita sekitar 6 ribu. Insyaallah, nanti bertahap,” kata Benyamin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan ini bukan tanpa alasan, berkat peran kader posyandu pulalah pemkot berhasil menurunkan angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan.

“Ini berkat kerja keras ibu-ibu kader posyandu. Stunting di Tangerang Selatan turun drastis, bayangkan saja dari 19,9 persen jadi 9 persen,” jelas Benyamin.

Itulah salah satu fungsi kader posyandu. Dan wali kota meyakini bahwa keberhasilan ini pasti melalui proses panjang yang tidak pernah henti dilakukan oleh para kader posyandu.

“Mulai dari menimbang balita, mengisi kartu menuju sehat, memberikan penyuluhan dan edukasi dan banyak hal lainnya yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dan terbukti angka kematian ibu dan bayi juga turun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin, menjelaskan di wilayah Tangerang Selatan ada 719 posyandu aktif dari 846 posyandu yang ada.

“Data ini menunjukkan 85 persen tercapai di nasional,” kata dr. Allin.

“Sementara kader posyandu yang sudah dijamin Jamsostek sebesar 5.454 kader,” tambahnya

Tentunya kader yang mendapat insentif ini telah memenuhi syarat yang ditentukan. Mulai dari melakukan kegiatan sebanyak delapan kali per tahun, melakukan tindakan promotif dan preventif kepada sasaran di wilayahnya.

Untuk itu, kata dr Allin, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kemampuan pada kader kesehatan. Pihaknya sadar betul, karena para kader inilah sebagai ujung tombak Dinas Kesehatan.

“Mereka harus dibekali ilmu yang cukup. Sehingga mereka bisa memberikan penjelasan dan informasi yang tepat kepada masyarakat,” tutupnya.

Berita Terkait

Pilar Saga: Posyandu Tangsel Bertransformasi Jadi Pusat Layanan Terpadu, Dorong Cegah Stunting hingga Perkuat Pelayanan Masyarakat
Indonesia Pimpin Kolaborasi Eliminasi TB Asia Tenggara, ASEAN4TB Perkuat Riset Regional
Komisi IV Desak Kepala Puskesmas Rawa Tembaga Dicopot, Usai Kasus Obat Kedaluwarsa
Program MBG Hadir di Desa Sukamahi Bekasi, DPR RI Dorong Penguatan Gizi untuk Generasi Unggul
Ranny Fahd Arafiq: Program MBG Dukung Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja
Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal
Tak Perlu Khawatirkan MBG Lagi, Pemerintah Akan Tindak Tegas Dapur Bermasalah
Program Makan Bergizi Gratis: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Pilar Saga: Posyandu Tangsel Bertransformasi Jadi Pusat Layanan Terpadu, Dorong Cegah Stunting hingga Perkuat Pelayanan Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:41 WIB

Indonesia Pimpin Kolaborasi Eliminasi TB Asia Tenggara, ASEAN4TB Perkuat Riset Regional

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:23 WIB

Komisi IV Desak Kepala Puskesmas Rawa Tembaga Dicopot, Usai Kasus Obat Kedaluwarsa

Senin, 25 Mei 2026 - 15:11 WIB

Program MBG Hadir di Desa Sukamahi Bekasi, DPR RI Dorong Penguatan Gizi untuk Generasi Unggul

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:16 WIB

Ranny Fahd Arafiq: Program MBG Dukung Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja

Berita Terbaru