KanalNasional.com | Polisi telah menyelidiki kasus pengeroyokan sopir truk saat demo dan mengamankan enam orang buruh yang diduga melakukan perusakan dan pengeroyokan terhadap korban saat aksi unjuk rasa di kawasan industri Ejip Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (30/11/2023) lalu.
Hal tersebut disampaikan Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Rudi Wiransyah.
“Ada enam orang buruh terduga pelaku yang sudah diamankan anggota unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan,” ujar Rudi kepada wartawan, Minggu (3/11/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut Rudi mengungkapkan, keenamnya diamankan di salah satu warung kopi dekat kawasan Meikarta-Lippo Cikarang. Terduga pelaku ditangkap pada Sabtu (2/12/2023) siang.
“Keenamnya sudah dibawa ke polsek Cikarang Selatan untuk dilakukan penyelidikan berdasarkan saksi-saksi, serta motifnya apa,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah massa buruh melakukan aksi anarkis saat menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (30/11/2023).
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial dinarasikan terlihat beberapa orang yang merusak truk berwarna hijau dikarenakan menabrak massa aksi buruh. Bahkan sopir truk juga ditarik paksa untuk keluar dari truk dan dipukuli.
Terkait dengan hal itu, Kapolsek Cikarang Selatan, Rudy mengungkap fakta yang sebenarnya bahwa massa tersinggung dengan ucapan sang sopir.
“Itu ada pengerusakan dari massa buruh kepada sopir. Bukan, tidak ada yang ditabrak. Dari para pengendara jalan mengucapkan ‘terimakasih ya pak sudah membuat macet jalan’. Tidak terima, buruhnya ngejar,” ujar Rudy saat dihubungi, Kamis (30/11/2023).
Akibat pemukulan yang dilakukan tersebut, sopir truk mengalami luka-luka. “Terluka sopir truk dipukuli, pengeroyokan. Dipukuli juga,” ujarnya.
















