Terduga Pembunuhan Anggota Ormas di Depok, Polisi Terkendala CCTV Rusak

Senin, 19 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Pradana didampingi Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Suardi Jumaing saat konferensi pers.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Pradana didampingi Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Suardi Jumaing saat konferensi pers.

KanalNasional.com | Kasus dugaan pembunuhan anggota ormas berinisial IZ, yang mayatnya ditemukan di indekost kawasan Beji, Kota Depok, beberapa waktu lalu, masih dalam penyelidikan polisi.

Kapolres Metro Depok, Arya Perdana mengatakan penyelidikan kasus ini terkendala tidak adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Arya, kamera CCTV di indekos tempat korban ditemukan tewas tidak aktif. Sehingga, polisi masih mencari pelaku pembunuhan yang diduga teman korban berdasarkan keterangan dari saksi-saksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tapi yang mengarah ke pelaku dari (keterangan) saksi-saksi ini belum ada, CCTV juga mati. Jadi kita tinggal nyari orang diduga pelaku, tapi saat itu dia berada di situ dan belum kita temukan, itu yang masih kita cari,” ungkap Arya kepada awak media, Minggu (18/2/2024).

Lebih lanjut Arya menjelaskan, penyidik akan meminta keterangan terduga pelaku jika telah berhasil mengamankannya. Dia menyebut pihaknya masih fokus pada pengejaran.

“Nanti setelah kita ketemu dia baru kita lihat keterangannya, sinkron nggak dengan yang lain, kalau sinkron mungkin saja dia pelaku,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan anggota ormas berinisial IZ di kamar kost kawasan Beji, Kota Depok. Salah satunya memeriksa sejumlah saksi.

Kapolres Metro Depok, Arya Pradana mengatakan salah satu saksi yang diperiksa adalah pemilik indekos yang mengaku ikut minum minuman keras dengan korban dan terduga pelaku pembunuhan.

“Saksi yang diperiksa warga kos sekitar sama si pemilik kosnya. Dia (pemilik kos) cuma bilang minum-minum di situ terus dia keluar. Jadi kejadian minum-minum bersama di situ, minum ciu,” terang Arya dikutip pada Senin (12/2/2024).

Menurut Arya, polisi belum bisa memastikan kapan korban tewas. Dari keterangan pemilik kost, lanjut dia, bersama korban dan pelaku minum minuman keras itu lima hari sebelum IZ ditemukan tak bernyawa.

“Kalau kejadian kita kan berpatokan sama hasil autopsi nanti, cuma kan yang kita tahu itu terakhir pemilik kos masuk itu lima hari sebelum ditemukan. Tapi kejadian kapan nunggu dari hasil autopsi, nanti hasil autopsi bisa menentukan meninggalnya karena apa dan kapan,” jelasnya.

Berita Terkait

Reses DPRD Bogor Dapil VI di Parung Cuma 1 Jam Tanpa Dialog, Aspirasi Dialihkan ke Barcode
Warga Tajurhalang Minta SMK, Tapi Dapat SMA: Fikri PKS Sidak Proyek SMAN 2 Senilai Rp2,9 M
Gegara Parkir Sembarangan Picu Cekcok, Istri Plt Sekel Margamulya Dilaporkan Dugaan Penganiayaan
Peringati Hari Lansia Sedunia, Hasto Kristiyanto: Politik Harus Hadir untuk Kemanusiaan
LHP BPK Beberkan, Utang Volume Rp2,8 Miliar Proyek Jalan PU Bogor Masih Nunggak
SISGITA Tangsel Dilirik 58 Daerah, Data Tanah dan Pajak Bakal Disatukan
Tajurhalang Kekurangan SMK Negeri, Kenapa yang Diusulkan Justru SMA Baru?
PUBLIKASI KECAMATAN PARUNG TAHUN 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Reses DPRD Bogor Dapil VI di Parung Cuma 1 Jam Tanpa Dialog, Aspirasi Dialihkan ke Barcode

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Warga Tajurhalang Minta SMK, Tapi Dapat SMA: Fikri PKS Sidak Proyek SMAN 2 Senilai Rp2,9 M

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Gegara Parkir Sembarangan Picu Cekcok, Istri Plt Sekel Margamulya Dilaporkan Dugaan Penganiayaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Peringati Hari Lansia Sedunia, Hasto Kristiyanto: Politik Harus Hadir untuk Kemanusiaan

Selasa, 29 September 2026 - 21:31 WIB

LHP BPK Beberkan, Utang Volume Rp2,8 Miliar Proyek Jalan PU Bogor Masih Nunggak

Berita Terbaru